Hukum Adat Laot Perkuat Koperasi Nelayan PidieHukum Adat Laot Perkuat Koperasi Nelayan Pidie

SIGLI (Waspada.id): Penguatan kelembagaan Koperasi Udep Beusare menjadi salah satu langkah strategis Lembaga Hukum Adat Laot Kabupaten Pidie untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Melalui rapat koordinasi yang dipimpin Panglima Laot Kabupaten Pidie, Marfian As, Jumat (24/7/26), peserta menyepakati penguatan manajemen, permodalan, dan pelayanan koperasi bagi anggotanya.
Rapat yang dihadiri unsur Panglima Laot Kabupaten Pidie, Panglima Laot Lhok, serta Koordinator Wilayah Serikat Nelayan Indonesia (KTNI) Sumatera itu juga membahas program beasiswa bagi anak nelayan dan penyusunan kepengurusan KTNI Cabang Kabupaten Pidie.
Marfian As mengatakan, penguatan koperasi merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
Menurutnya, setiap kebijakan yang diambil harus berorientasi pada kepentingan bersama demi meningkatkan taraf hidup nelayan.
"Kita tidak berjalan sendiri-sendiri. Segala keputusan harus berpijak pada kepentingan bersama. Nelayan itu ibarat satu perahu di tengah laut. Kalau yang di depan sibuk mendayung, tetapi yang di belakang malah melubangi perahu, ya tenggelam semua. Sebaliknya, kalau semua kompak, ombak setinggi apa pun, insya Allah, bisa dilewati," ujar Marfian.
Ia menambahkan, koperasi tidak boleh hanya menjadi papan nama.
"Jangan sampai koperasi hanya hidup di papan nama, sementara anggotanya hidup di papan nestapa. Koperasi harus menjadi rumah bersama, tempat nelayan saling menguatkan, bukan sekadar tempat rapat yang ramai saat awal, lalu sepi ketika bekerja. Kalau kita bersatu, rezeki yang sedikit bisa terasa lapang. Tetapi kalau terus berjalan sendiri-sendiri, jangankan ikan, jaring pun bisa kusut sendiri," katanya disambut senyum peserta rapat.
Dalam rapat tersebut disepakati Koperasi Udep Beusare akan diperkuat dari sisi manajemen, peningkatan permodalan, dan pelayanan kepada anggota. Koperasi juga diharapkan mampu menjadi sarana penyedia kebutuhan melaut, mempermudah akses pemasaran hasil tangkapan, serta menyediakan akses permodalan yang tidak memberatkan nelayan.
Selain membahas koperasi, peserta rapat juga membahas Program Beasiswa Aneuk Nelayan yang diselenggarakan Yayasan Pendidikan Masyarakat Nelayan (YPMAN).
Program tersebut diharapkan membantu anak-anak nelayan melanjutkan pendidikan, menekan angka putus sekolah, serta melahirkan generasi penerus yang memiliki pengetahuan dan kepedulian terhadap sektor kelautan.
Agenda lainnya adalah penyusunan kepengurusan KTNI Cabang Kabupaten Pidie. Korwil KTNI Sumatera mengharapkan pembentukan kepengurusan dilakukan secara demokratis, transparan, dan mampu mengakomodasi seluruh lapisan nelayan sehingga dapat menjadi mitra strategis Lembaga Hukom Adat Laot dalam memperjuangkan hak-hak nelayan sekaligus mendukung pembangunan sektor kelautan yang berkelanjutan.
Rapat berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan. Seluruh peserta sepakat menindaklanjuti hasil rapat di wilayah masing-masing guna mewujudkan masyarakat pesisir Kabupaten Pidie yang lebih sejahtera sekaligus menjaga kelestarian laut.(id69)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda