HUT ke-172 Vihara Go Ya Kong, Tengku Mira Sinar: Keharmonisan Etnis Melayu dan Tionghoa Sudah Ratusan Tahun Lalu


PANTAI LABU (Waspada.id): Perayaan ulang tahun ke-172 Vihara Go Ya Kong di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, menjadi momentum untuk memperkuat keharmonisan dan kebersamaan antara etnis Melayu, Tionghoa, serta masyarakat dari berbagai latar belakang.
Ketua Yayasan Kesultanan Serdang, Hj. Tengku Mira Sinar, mengatakan keharmonisan masyarakat Melayu dan Tionghoa yang telah terjalin selama ratusan tahun, dan perlu terus dilestarikan sebagai bagian dari sejarah, serta kekayaan budaya Kabupaten Deliserdang.
Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam perayaan ulang tahun ke-172 Vihara Go Ya Kong di Desa Rantau Panjang, Jumat (11/9/26).
Menurut Tengku Mira Sinar, keberadaan Vihara Go Ya Kong memiliki nilai sejarah penting, tidak hanya bagi masyarakat Rantau Panjang, tetapi juga bagi Deliserdang. Ia menyebut sejarah Rantau Panjang yang berkaitan dengan keharmonisan masyarakat Melayu dan Tionghoa telah mendapat perhatian hingga tingkat internasional.
“Sejarah dari Vihara, khususnya di Desa Rantau Panjang, sudah dibaca orang sedunia,” sebutannya.
Ia mengatakan, hasil disertasinya mengenai Rantau Panjang telah masuk dalam jurnal internasional yang terindeks Discofus. Karena itu, tambahnya, sejarah dan keberadaan Vihara Go Ya Kong perlu mendapat perhatian sebagai salah satu warisan budaya yang harus dijaga.
Tengku Mira juga mengapresiasi kehidupan masyarakat Melayu dan Tionghoa di Rantau Panjang yang telah hidup berdampingan sejak ratusan tahun lalu.
“Beratus tahun sejak tahun 1723 kita hidup berdampingan,” paparnya.

Ia menilai, kebersamaan tersebut menjadi contoh nyata kerukunan masyarakat yang perlu terus dipertahankan. Tengku Mira juga mengaku setiap tahun hadir dalam perayaan di Vihara Go Ya Kong, karena memiliki kedekatan dengan masyarakat Tionghoa dan Melayu yang disebutnya sebagai bagian dari keluarga besar Kesultanan Serdang.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Budporapar) Kabupaten Deliserdang, Yudi Hilmawan, SE, MM, menyampaikan ucapan selamat atas perayaan ulang tahun ke-172 Vihara Go Ya Kong.
Yudi mengatakan, keharmonisan antara masyarakat Tionghoa, Melayu dan berbagai suku lainnya di Rantau Panjang telah terjalin sejak lama. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan nilai kebersamaan yang harus terus dilestarikan.
“Ini yang perlu kita lestarikan, karena sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Deliserdang, yakni masyarakat Deliserdang yang sehat, cerdas, maju, religius, bersatu dalam kebhinekaan,” tutur Yudi.
Ia menegaskan, Pemkab Deliserdang mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya sekaligus menjaga keharmonisan dan kebersamaan antarumat beragama.
Sebelumnya Ketua Panitia Reza Fahlevi menuturkan, diadakannya Perayaan ulang tahun Vihara go Ya Kong ke 172, merupakan sejarah keharmonisan dan kebersamaan Etnis Tionghoa dan Melayu sudah cukup lama terjalin dan berjalan cukup baik .ini lah yang perlu kita lestarikan, ujarnya.
Perayaan ulang tahun ke-172 Vihara Go Ya Kong diisi dengan sejumlah kegiatan, di antaranya doa bersama, pertunjukan seni barongsai, serta tari persembahan Melayu.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Pantai Labu Boby Arianto, S.STP, M.AP, Koramil 23 BRG Peltu Benny Daulay, perwakilan Batalyon TP 852 ABY Letda Daniel Damanik, Kapolsek Pantai Labu Ipda Iralfat Yaroni Dachi, SH, Kanit Binmas Ipda Bayu Iskandar, Kepala Desa Rantau Panjang Muhammad Tahir, pengurus Vihara Go Ya Kong, umat Buddha Pantai Labu, serta sejumlah undangan lainnya.(id.28/Idris Lubis)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda