IAEB, UUM Malaysia dan 11 Kampus Indonesia Gelar Pengabdian Masyarakat Lintas Batas di Perlis–Kedah


BINJAI (Waspada.id): International Association of Economic and Business (IAEB) bersama Universiti Utara Malaysia (UUM) dan 11 perguruan tinggi dari Indonesia melaksanakan program pengabdian masyarakat internasional di Kampung Tengah, Seberang Ramai, Kuala Perlis, serta di kawasan Kedah, Malaysia, pada 20–21 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi lintas batas antara dosen dan mahasiswa IAEB serta UUM yang berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat, pendidikan, dan pemulihan lingkungan. Rangkaian kegiatan mengusung tema "Sustainable Global Development".
Program di Kampung Tengah mencakup tiga hal utama: pendampingan literasi bagi anak-anak, penguatan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) khususnya Kue Kipas dalam hal produksi dan pemasaran, serta revitalisasi fisik lingkungan berupa pengecatan rumah warga, pagar tembok, dan warung-warung di sepanjang kampung.
Hendra Harmain menjelaskan kepada Waspada.id bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengintegrasikan aspek edukasi, penguatan ekonomi lokal, dan perbaikan lingkungan guna menghasilkan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
"Kampung ini merupakan bagian dari rute wisata utama di wilayah utara Malaysia. Estetika kampung sangat berperan dalam menarik minat wisatawan," ujar Hendra, Senin (27/10).

Kegiatan Mahasiswa KKN Internasional.
Dosen dan mahasiswa bersama warga melaksanakan kerja bakti massal yang disebut colourful revitalization. Pengecatan dilakukan dengan pemilihan warna yang disesuaikan dengan konsep kampung wisata yang ceria, bersih, dan memiliki karakter unik.
Sementara itu, pada 21 Oktober, peserta mengunjungi Agro Farm SEFB dan Proyek Tanaman Cabai Fertigasi UniMADANI yang dikembangkan UUM di Kedah. Mahasiswa tidak hanya belajar pertanian konvensional, tetapi mempraktikkan sistem tanam fertigasi — teknik penanaman yang mengalirkan air dan nutrisi pupuk secara bersamaan melalui sistem tetes.
"Melalui praktik ini, mahasiswa memahami cara meningkatkan efisiensi penggunaan air, mengoptimalkan asupan nutrisi tanaman, serta menekan biaya produksi demi terwujudnya pertanian yang lestari," tambah Hendra.
Ketua Tim Kegiatan, Dr. Mohd Abidzar, menyatakan dampak jangka panjang yang diharapkan adalah perubahan wajah Kampung Tengah menjadi lebih hidup, estetis, dan layak kunjung. Hal ini sejalan dengan konsep pariwisata berbasis masyarakat (Community-Based Tourism), meningkatkan kenyamanan wisatawan, sekaligus menumbuhkan rasa bangga warga terhadap lingkungannya.
Penanggung jawab kegiatan, Dr. Roslina, menjelaskan inisiatif UniMADANI dirancang untuk memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar. Mahasiswa belajar menyinergikan hasil riset kampus langsung ke pertanian rakyat — mulai dari perawatan tanaman, teknik pemilahan cabai berkualitas tinggi, penanganan pascapanen, hingga strategi pemasaran di kawasan ASEAN.
Berikut 11 perguruan tinggi yang berpartisipasi: Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah, Universitas Malikussaleh, UIN Sumatera Utara, UIN Jambi, STKIP Budidaya Binjai, STIT Al Washliyah Binjai, STAI Darussalam Kunir Subang, Universitas Medan Area, STIT Batubara, Universitas Batuta, serta IAEB.(id99)
Berita Terkait






































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda