IAIN Langsa Perkuat Jejaring Pendidikan Tinggi Indonesia–Malaysia, Konjen RI Penang Dukung Tiga Agenda StrategisIAIN Langsa Perkuat Jejaring Pendidikan Tinggi Indonesia–Malaysia, Konjen RI Penang Dukung Tiga Agenda Strategis

LANGSA (Waspada.id): Rektor IAIN Langsa Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, M.A bersama Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Dr. Muhammad Amin, M.A beserta jajaran perkuat jejaring pendidikan tinggi dengan melakukan pertemuan dengan Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang, Wanton Saragih Sid, Rabu (19/08/2026).
Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam, sejak pukul 15:00 hingga 17:00 waktu Malaysia, membahas penguatan jejaring internasional IAIN Langsa, khususnya dalam membangun kerja sama pendidikan tinggi dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi di Malaysia.
Dalam pertemuan tersebut, Konjen RI Penang Wanton Saragih Sid didampingi Prima Januar Sastrawiria, Konsul I Bidang Penerangan, Sosial dan Budaya, serta Siti Hediyanti Elsani Yosrizal, Konsul II Bidang Penerangan, Sosial dan Budaya.

Rektor IAIN Langsa menyampaikan pentingnya posisi strategis Langsa yang secara geografis, historis, dan kultural memiliki kedekatan yang sangat kuat dengan Malaysia.
“Langsa memiliki posisi yang sangat strategis sebagai pintu gerbang pendidikan Islam Indonesia ke Malaysia. Karena itu, kami ingin membangun kerja sama yang tidak berhenti pada MoU, tetapi menghasilkan program nyata bagi mahasiswa, dosen, penelitian dan pengembangan kelembagaan,” ujar Prof. Ismail.
Dalam dialog tersebut, Konjen RI Penang menyatakan dukungan terhadap tiga agenda strategis yang ditawarkan IAIN Langsa, yaitu:
Pertama, membuka akses kerja sama dengan perguruan tinggi di Malaysia. KJRI Penang diharapkan dapat membantu memfasilitasi komunikasi IAIN Langsa dengan sejumlah perguruan tinggi Malaysia yang potensial menjadi mitra strategis.
Kedua, mendorong program mobilitas mahasiswa dan dosen. Program seperti student mobility, academic visit, visiting lecturer, short course, serta kegiatan akademik bersama diharapkan dapat menjadi langkah awal yang konkret dalam memperkuat hubungan pendidikan tinggi Indonesia–Malaysia.
Ketiga, membangun IAIN Langsa sebagai salah satu mitra akademik strategis Indonesia–Malaysia dalam bidang Islamic Studies dan kajian Melayu. Kedekatan sejarah Aceh dan kawasan Melayu menjadi modal penting untuk mengembangkan riset dan publikasi bersama mengenai Islam, budaya Melayu, moderasi beragama, ekonomi syariah, ekoteologi, serta berbagai isu kontemporer.
Prof. Ismail menegaskan bahwa kerja sama tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang semakin banyak mahasiswa Malaysia mengenal dan menempuh pendidikan di IAIN Langsa.
“Kita ingin membangun koridor akademik Langsa–Malaysia. Mahasiswa Malaysia dapat belajar di Langsa, mahasiswa kita dapat memperoleh pengalaman akademik di Malaysia, dan dosen kedua negara dapat melakukan riset bersama,” jelasnya.
Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari langkah IAIN Langsa dalam memperkuat internasionalisasi kampus dan mempersiapkan pengembangan kelembagaan ke depan.

Prof. Ismail berharap dukungan KJRI Penang dapat menjadi pintu masuk bagi IAIN Langsa untuk membangun kerja sama yang lebih luas dengan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di Malaysia.
“Yang kita bangun bukan sekadar hubungan seremonial, tetapi jejaring akademik yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sebagai simbol persahabatan dan penguatan hubungan kelembagaan, dalam pertemuan tersebut juga dilakukan pertukaran cenderamata antara IAIN Langsa dan KJRI Penang.
Pertemuan dihadiri Rektor IAIN Langsa Prof. Dr. Ismail Fahmi Arrauf Nasution, M.A., Dekan FEBI Dr. Muhammad Amin, M.A., serta jajaran FEBI IAIN Langsa. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, konstruktif, dan penuh semangat untuk memperkuat hubungan akademik Indonesia–Malaysia.(Id74)


























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda