Breaking News
Memuat breaking news...

ICCU RSUD TCD Sigli Dinanti, Harapan Baru Pasien Jantung

Redaksi
Redaksi
Jumat, 16 Oktober 2026 - 9.56 AM WIB
ICCU RSUD TCD Sigli Dinanti, Harapan Baru Pasien Jantung
Gedung layanan jantung ICCU RSUD Tgk. Chik Ditiro (TCD) Sigli, Kabupaten Pidie, yang dipersiapkan untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan jantung bagi masyarakat, Jumat (16/10).Waspada.id/Muhammad Riza
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

SIGLI (Waspada.id): Harapan masyarakat Kabupaten Pidie untuk mendapatkan pelayanan jantung yang lebih dekat kini tertuju pada kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk. Chik Ditiro (TCD) Sigli dalam menuntaskan persiapan fasilitas Intensive Coronary Care Unit (ICCU).

Kehadiran fasilitas ini dinantikan sebagai harapan baru bagi pasien jantung dan keluarga yang selama ini harus menghadapi beban perjalanan, biaya tambahan, serta tekanan mental ketika mencari pelayanan kesehatan di luar daerah.

Direktur RSUD TCD Sigli, saat dikonfirmasi mengenai perkembangan layanan tersebut, menyampaikan bahwa pihak rumah sakit sedang mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan.

“Waalaikumsalam, Bang, lagi siapkan peralatannya, Bang,” demikian jawaban singkat Direktur RSUD TCD Sigli.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa proses persiapan masih berlangsung. Namun, di balik penyiapan peralatan itu, tersimpan harapan besar masyarakat agar fasilitas pelayanan jantung tersebut segera dapat difungsikan.

Bagi masyarakat, keberadaan ICCU bukan sekadar penambahan fasilitas rumah sakit. Lebih dari itu, layanan tersebut diharapkan menjadi solusi untuk mendekatkan akses penanganan pasien jantung sekaligus mengurangi beban yang harus ditanggung keluarga ketika menjalani perawatan di luar daerah.

Salah seorang warga Pidie, Ismail, berharap persiapan yang sedang dilakukan manajemen RSUD TCD Sigli dapat segera dituntaskan sehingga masyarakat memperoleh akses pelayanan jantung yang lebih mudah.

“Kalau layanan jantung ini segera beroperasi di Sigli, tentu sangat membantu masyarakat. Pasien dan keluarga tidak perlu terlalu jauh pergi ke Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan yang dibutuhkan. Biaya transportasi, makan, tempat tinggal, serta kebutuhan keluarga yang mendampingi pasien bisa menjadi beban tersendiri, terutama bagi masyarakat dengan kondisi ekonomi terbatas,” ujar Ismail.

Menurutnya, persoalan yang dihadapi keluarga pasien bukan hanya biaya pengobatan. Perjalanan jauh untuk memperoleh pelayanan kesehatan juga dapat menimbulkan tekanan mental, kecemasan, dan kelelahan, terlebih ketika kondisi pasien membutuhkan penanganan segera.

“Ketika anggota keluarga sakit jantung, yang dipikirkan bukan hanya bagaimana pasien bisa sembuh, tetapi juga dari mana biaya perjalanan, biaya pendamping, dan kebutuhan lainnya harus dipenuhi. Kondisi seperti ini tentu menambah beban pikiran keluarga. Karena itu, kami berharap fasilitas jantung di RSUD TCD Sigli segera beroperasi agar masyarakat memiliki akses pelayanan yang lebih dekat,” harapnya.

Kabupaten Pidie memiliki dokter spesialis jantung yang menjadi bagian penting dalam pengembangan pelayanan kardiovaskular. Dua nama yang disebutkan dalam informasi yang diterima redaksi adalah dr. Nadia, Sp.JP., FIHA dan dr. Muhammad Iqbal Amin, Sp.JP., FIHA.

Keberadaan dokter spesialis jantung merupakan modal penting untuk memperkuat pelayanan bagi masyarakat. Namun, ketersediaan tenaga spesialis perlu didukung fasilitas yang memadai, peralatan yang siap digunakan, tenaga kesehatan terlatih, serta sistem pelayanan yang terintegrasi.

ICCU dirancang untuk merawat pasien dengan kondisi jantung yang membutuhkan pemantauan intensif. Karena itu, pengoperasiannya harus didukung peralatan yang memadai, tenaga medis kompeten, dan prosedur keselamatan pasien sesuai standar.

Sementara itu, Cathlab merupakan fasilitas khusus untuk tindakan kateterisasi jantung, termasuk pemasangan ring sesuai indikasi medis. Kesiapan fasilitas tersebut perlu dipastikan secara terpisah agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat mengenai jenis pelayanan yang benar-benar telah tersedia.

Keberadaan dokter spesialis tidak dengan sendirinya memastikan bahwa semua tindakan jantung dapat dilakukan di rumah sakit setempat. Kesiapan tim, kelengkapan alat, perizinan yang diperlukan, serta prosedur keselamatan pasien tetap harus dipenuhi.

Karena itu, masyarakat membutuhkan informasi yang jelas mengenai perkembangan persiapan dan jadwal operasional layanan tersebut.

Jangan Berhenti pada Pembangunan Gedung

Dalam pembangunan fasilitas kesehatan, gedung merupakan wadah, sedangkan pelayanan adalah tujuan. Peralatan medis menjadi bagian penting, tetapi keberhasilan layanan juga ditentukan oleh kesiapan dokter spesialis, perawat terlatih, sistem pemeliharaan peralatan, serta prosedur keselamatan pasien.

Penyiapan peralatan karena itu perlu disertai perencanaan operasional yang jelas. Manajemen rumah sakit diharapkan menyampaikan perkembangan secara terbuka, termasuk tahapan yang masih harus diselesaikan dan target waktu pelayanan mulai beroperasi setelah dapat dipastikan.

Transparansi tersebut penting agar masyarakat mengetahui sejauh mana fasilitas yang telah direncanakan dan dibangun akan memberikan manfaat nyata. Sebab, fasilitas kesehatan tidak cukup hanya tersedia secara fisik, tetapi juga harus mampu memberikan pelayanan yang aman, profesional, dan dapat diakses masyarakat.

Masyarakat Butuh Kepastian

Pengembangan fasilitas jantung RSUD TCD Sigli patut diapresiasi sebagai upaya memperkuat pelayanan kesehatan di Kabupaten Pidie. Namun, apresiasi tidak berarti meniadakan fungsi pengawasan. Justru karena fasilitas ini menyangkut kebutuhan mendasar masyarakat, perkembangannya perlu terus dipantau.

Masyarakat berharap manajemen rumah sakit tidak hanya menyampaikan bahwa peralatan sedang disiapkan, tetapi juga memberikan gambaran mengenai tahapan berikutnya. Kapan pengadaan dan pemasangan peralatan selesai? Bagaimana kesiapan tenaga medis? Kapan pelayanan dapat dinyatakan siap beroperasi?

Pertanyaan tersebut perlu dijawab berdasarkan kondisi faktual agar harapan masyarakat tidak terus menggantung tanpa kepastian.

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan fasilitas jantung tidak diukur dari megahnya gedung atau banyaknya peralatan yang tersedia. Ukuran sesungguhnya adalah ketika pasien memperoleh pelayanan yang aman, tepat waktu, dan sesuai kebutuhan medis, sementara keluarganya tidak harus menanggung beban perjalanan dan biaya tambahan yang sebenarnya dapat dikurangi.

Masyarakat Pidie tidak sekadar menunggu peralatan dipasang. Mereka menantikan hadirnya pelayanan yang mampu meringankan beban finansial, menjaga ketenangan keluarga, dan memberikan harapan lebih besar bagi pasien yang membutuhkan penanganan jantung.

Sebab, ketika seseorang berjuang melawan penyakit, keluarga seharusnya dapat memusatkan perhatian pada kesembuhan pasien, bukan terus dibebani persoalan biaya perjalanan, tempat tinggal, dan kebutuhan selama mendampingi pengobatan.

Kini, yang dinantikan bukan sekadar selesainya persiapan peralatan, melainkan kepastian kapan ICCU RSUD TCD Sigli benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat. (Id69)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement