Breaking News
Memuat breaking news...

Iduladha 2026, Istiqlal Sembelih 65 Sapi dan 13 Kambing, Menag: Dengan Standar Syariat Ketat

Redaksi
Redaksi
Kamis, 28 Mei 2026 - 9.39 AM WIB
Iduladha 2026, Istiqlal Sembelih 65 Sapi dan 13  Kambing, Menag: Dengan Standar Syariat Ketat
Suasana jelang penyembelihan hewan kurban di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (28/5/2026). (Waspada.id/ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Masjid Istiqlal menyembelih 65 ekor sapi dan 13 ekor kambing dengan menerapkan standar syariat Islam yang ketat. Pada tahun ini, jumlah hewan kurban yang diterima meningkat dibanding tahun sebelumnya. Jika pada Iduladha tahun lalu tercatat sebanyak 45 ekor sapi dan 75 ekor kambing, tahun ini jumlahnya mencapai 65 ekor sapi dan 13 ekor kambing.

Proses penyembelihan hewan kurban di masjid nasional tersebut dilakukan di bawah pengawasan tim syariah, dokter hewan, serta tenaga profesional rumah potong hewan (RPH) guna memastikan pelaksanaan berjalan sesuai ketentuan agama, higienis, dan menjunjung prinsip kesejahteraan hewan.

Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, mengatakan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Istiqlal selama ini telah menjadi salah satu model bagi sejumlah masjid di Indonesia.

Menurutnya, seluruh tahapan penyembelihan dilakukan dengan memperhatikan sunah dan kaidah syariat, mulai dari mengarahkan posisi hewan ke kiblat, memastikan kondisi hewan bersih sebelum disembelih, hingga penggunaan pisau yang tajam agar pemotongan berlangsung cepat dan tidak menimbulkan penderitaan.

“Penyembelihan harus dilakukan oleh orang yang memenuhi syarat, yakni akil baligh dan memahami tata cara penyembelihan sesuai syariat. Pisau harus tajam agar sekali tarik dapat memutus saluran yang disyaratkan, sehingga hewan tidak tersiksa,” ujar Nasaruddin usai menyaksikan langsung proses penyembelihan hewan kurban, Kamis (28/5/2026) di Masjid Istiqlal, Jakarta.

Ia juga menegaskan larangan melakukan tindakan yang dapat menyiksa hewan sebelum penyembelihan, seperti memperlakukan hewan secara kasar atau melakukan tindakan yang menimbulkan rasa sakit berlebihan. Proses pengulitan pun, lanjutnya, hanya boleh dilakukan setelah hewan dipastikan benar-benar telah mati.

“Jangan sampai hewan masih bergerak lalu langsung dikuliti. Prinsipnya, Islam sangat menekankan perlakuan yang baik terhadap hewan, bahkan saat penyembelihan,” katanya.

Untuk menjaga kualitas pelaksanaan, Masjid Istiqlal melibatkan tim syariah dan tim kesehatan yang melakukan pengawasan secara ketat. Pemeriksaan kesehatan hewan juga dilakukan oleh dokter hewan guna memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi layak.

Nasaruddin menjelaskan, tenaga penyembelih yang bertugas berasal dari tim RPH profesional yang telah menjadi mitra tetap Istiqlal. Mereka sebelumnya juga mendapat pembekalan terkait standar penyembelihan yang diterapkan di masjid tersebut.

Daging kurban kemudian didistribusikan melalui jaringan masjid binaan Istiqlal di berbagai wilayah sekitar. Sistem distribusi dilakukan melalui kupon yang diterbitkan masjid-masjid binaan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

“Tujuan utama kurban adalah memastikan masyarakat, khususnya yang membutuhkan, dapat menikmati asupan protein pada momentum Iduladha,” ujarnya.

Ia menambahkan, Istiqlal juga membuka ruang kontribusi dari berbagai kalangan, termasuk lembaga nonmuslim yang ingin berpartisipasi dalam membantu masyarakat melalui penyaluran hewan kurban.

Saat ini tercatat sekitar 750 proposal penerima manfaat telah masuk dan diverifikasi panitia. Sebagian hewan kurban juga disembelih di sejumlah lokasi binaan sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai tata cara penyembelihan sesuai syariat, sementara mayoritas proses tetap dipusatkan di kompleks Istiqlal untuk menjaga standar kebersihan dan pengelolaan lingkungan secara optimal.(id11)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement