Iduladha: Momentum Membangun Solidaritas Melalui Komunikasi Sosial

Oleh Dr. Maria Ulfa Batoebara, MSi
Hari Raya Iduladha bukan hanya memiliki makna ibadah dan pengorbanan, tetapi juga mengandung nilai-nilai komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam perspektif ilmu komunikasi, Iduladha menjadi momentum untuk memperkuat hubungan interpersonal, komunikasi sosial, dan solidaritas antarsesama.
Secara komunikasi interpersonal, Iduladha mengajarkan pentingnya empati, keikhlasan, dan keterbukaan. Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As menunjukkan komunikasi yang dilandasi kepercayaan, kepatuhan, dan dialog yang penuh kasih sayang. Nilai ini relevan dalam kehidupan modern, di mana komunikasi yang baik harus dibangun melalui kejujuran dan saling memahami.
Dalam komunikasi sosial, pelaksanaan kurban menjadi simbol nyata kepedulian sosial. Pembagian daging kurban menciptakan interaksi antara berbagai lapisan masyarakat tanpa membedakan status sosial.
Hal tersebut memperkuat komunikasi sosial yang harmonis dan membangun rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Tradisi saling mengunjungi dan bersilaturahmi pada Hari Raya juga mempererat hubungan sosial dan mengurangi konflik antarmanusia.
Selain itu, Iduladha juga menjadi media komunikasi dakwah. Melalui khutbah Iduladha, pesan-pesan moral seperti pengorbanan, ketulusan, persatuan, dan kepedulian sosial disampaikan kepada umat. Komunikasi dakwah yang efektif dapat membentuk sikap masyarakat agar lebih peduli terhadap sesama dan meningkatkan nilai kemanusiaan.
Di era digital, komunikasi pada Hari Raya Iduladha juga mengalami perkembangan. Ucapan, dakwah, dan informasi tentang kurban kini banyak disampaikan melalui media sosial. Hal ini memudahkan penyebaran pesan positif secara luas, tetapi juga menuntut masyarakat agar bijak dalam menggunakan media komunikasi supaya tidak menyebarkan informasi yang salah atau sekadar menjadikan momen keagamaan sebagai konten semata.
Dengan demikian, Hari Raya Iduladha memiliki makna komunikasi yang mendalam, yaitu membangun hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan dan antarsesama manusia. Nilai pengorbanan, empati, dan solidaritas yang terkandung di dalamnya dapat menjadi dasar komunikasi yang lebih humanis dan bermakna dalam kehidupan sosial. WASPADA.id
Penulis adalah Kaprodi Ilmu Komunikasi Undhar



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda