IHSG Anjlok 1,18%, Sektor Teknologi Jadi Beban Terberat

JAKARTA (Waspada.id): Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mendapat tekanan pada awal perdagangan Selasa (29/9/2026). Setelah terpuruk pada perdagangan sebelumnya, IHSG kembali melanjutkan pelemahan dengan sektor teknologi menjadi penekan terbesar.
Mengutip data RTI, IHSG dibuka melemah ke level 6.118,80, dari posisi penutupan sebelumnya di 6.147,85.
Tekanan jual kemudian semakin kuat. Pada pukul 09.02 WIB, IHSG turun 0,72 persen ke level 6.100,30. Hanya beberapa menit berselang, pada pukul 09.06 WIB, indeks ambles 1,18 persen ke posisi 6.074,95.
Indeks saham LQ45 juga ikut tertekan dengan penurunan 1,24 persen menjadi 604,77.
Sepanjang awal perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.126,61 dan level terendah 6.070,73.
Tekanan terjadi pada mayoritas saham. Sebanyak 465 saham melemah, sementara 118 saham menguat dan 139 saham bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan juga cukup tinggi. Frekuensi transaksi tercatat mencapai 120.986 kali dengan volume sekitar 3,6 miliar saham. Sementara nilai transaksi saham telah mencapai Rp1,2 triliun.
Seluruh Sektor IHSG Berada di Zona Merah
Tekanan tidak hanya terjadi pada sejumlah saham, tetapi menyebar ke seluruh sektor pembentuk IHSG.
Dari 11 sektor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), seluruhnya mengalami koreksi pada awal perdagangan.
Sektor teknologi menjadi penekan paling berat dengan penurunan 3,84 persen. Selanjutnya, sektor transportasi melemah 1,91 persen dan sektor energi anjlok 1,81 persen.
Pelemahan tersebut memperpanjang tekanan yang terjadi pada perdagangan Senin (28/9/2026).
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup turun 94,03 poin atau 1,51 persen ke level 6.147,86. Indeks LQ45 juga terkoreksi 9,30 poin atau 1,50 persen menjadi 611,81.
IHSG Berpotensi Kembali Melemah
Tekanan jual yang masih kuat membuat IHSG diperkirakan kembali menghadapi tekanan pada perdagangan Selasa.
IHSG diproyeksikan menguji area 6.088-6.111, dengan investor mencermati perkembangan tekanan jual dan arah pergerakan indeks setelah penurunan tajam pada awal pekan.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengatakan pergerakan IHSG saat ini masih menunjukkan kecenderungan turun.
“Kami memperkirakan, downtrend yang terjadi pada IHSG saat ini masih membentuk bagian dari wave a dari wave (x) pada label hitam,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.
Herditya memperkirakan IHSG memiliki level support di 6.041 dan 5.984, sedangkan level resistance berada di 6.297 dan 6.419.
Sementara itu, riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan IHSG masih berpotensi melemah secara terbatas.
Dalam riset tersebut, area support IHSG berada di 6.050, sedangkan resistance di 6.250.
Pergerakan IHSG selanjutnya akan menjadi perhatian investor setelah indeks mengalami koreksi tajam dua hari berturut-turut, di tengah tekanan yang terjadi hampir di seluruh sektor saham. (Lip6)















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda