Breaking News
Memuat breaking news...

IHSG Dan Rupiah Kompak Menguat, Harga Emas Masih Stabil

Redaksi
Redaksi
Selasa, 7 Juli 2026 - 10.46 AM WIB
IHSG Dan Rupiah Kompak Menguat, Harga Emas Masih Stabil
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Pergerakan pasar keuangan domestik dibuka dengan sentimen positif pada perdagangan hari ini, Selasa (7/7). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah sama-sama menguat, sementara harga emas dunia bergerak relatif datar di tengah minimnya sentimen global.

Pengamat Ekonomi dan Keuangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan, perlambatan aktivitas manufaktur Amerika Serikat turut memengaruhi pergerakan pasar keuangan global. Data Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur AS tercatat melambat menjadi 51,2 pada Juni, sehingga membuat bursa saham Asia bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah.

"Di tengah kondisi tersebut, IHSG justru mampu menguat pada sesi pembukaan perdagangan ke level 5.933,574. Sejalan dengan itu, rupiah juga terapresiasi dan diperdagangkan di kisaran Rp17.970 per dolar AS pada perdagangan pagi," ujar Gunawan, Selasa (7/7).

Menurutnya, pasar obligasi domestik belum memberikan pengaruh signifikan terhadap pergerakan pasar keuangan secara keseluruhan. Hal itu tercermin dari imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) yang masih bertahan di kisaran 7,146 persen.

"Penguatan rupiah lebih banyak didorong oleh pelemahan indeks dolar AS (US Dollar Index) yang turun ke kisaran 100,8," jelasnya.

Gunawan menambahkan, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis data cadangan devisa Indonesia. Data tersebut dinilai menjadi indikator penting untuk melihat kemampuan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, terutama setelah sempat terjadi defisit neraca perdagangan.

"Besaran cadangan devisa akan memberikan gambaran sejauh mana intervensi Bank Indonesia dalam meredam tekanan terhadap rupiah. Selain itu, kenaikan cadangan devisa juga dapat mencerminkan adanya aliran modal asing (capital inflow) yang masuk ke pasar keuangan domestik, terutama melalui pasar obligasi," katanya.

Sementara itu, harga emas dunia tercatat bergerak stabil dengan kecenderungan melemah di kisaran US$4.142 per ons troi, atau sekitar Rp2,4 juta per gram. Menurut Gunawan, pergerakan emas masih terbatas karena belum adanya sentimen besar yang mampu menggerakkan pasar logam mulia dalam jangka pendek.

"Untuk sementara, pelaku pasar masih menunggu data-data ekonomi berikutnya yang dapat memberikan arah baru bagi pergerakan emas dunia," pungkasnya. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement