Breaking News
Memuat breaking news...

IHSG dan Rupiah Sideways, Emas Mulai Terkoreksi

Redaksi
Redaksi
Jumat, 14 Agustus 2026 - 9.20 AM WIB
IHSG dan Rupiah Sideways, Emas Mulai Terkoreksi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Pergerakan pasar keuangan domestik diperkirakan cenderung terbatas pada perdagangan akhir pekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah berpeluang bergerak sideways, sementara harga emas dunia mengalami koreksi teknikal setelah sebelumnya menguat cukup signifikan.

Pengamat Ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, sentimen pasar saat ini relatif lebih tenang setelah rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS), khususnya inflasi produsen atau Producer Price Index (PPI), menunjukkan angka yang lebih rendah dari proyeksi pasar.

Inflasi produsen AS nyaris tidak mengalami perubahan atau berada di sekitar 0%, jauh di bawah ekspektasi pasar yang berada di kisaran 0,2%. Kondisi tersebut memberikan gambaran bahwa tekanan harga di tingkat produsen masih relatif terjaga.

Menurut Gunawan, kondisi tersebut berpotensi meredam spekulasi terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve yang sebelumnya dikhawatirkan akan kembali bernada hawkish.

“Rilis data PPI AS memberikan gambaran perubahan harga yang relatif terjaga, dan berpeluang meredam spekulasi arah kebijakan moneter Bank Sentral AS yang bernada hawkish,” ujar Gunawan, Jumat (14/8).

Di pasar saham domestik, IHSG pada pembukaan perdagangan akhir pekan melemah ke level 6.296. Pelemahan tersebut terjadi ketika mayoritas bursa saham Asia justru bergerak di zona hijau.

Gunawan menilai IHSG masih terbebani oleh sentimen pasca-review MSCI yang dinilai belum memberikan perubahan positif terhadap peringkat pasar saham Indonesia.

“Di akhir pekan ini IHSG berpeluang untuk ditransaksikan dalam rentang 6.230 hingga 6.300,” katanya.

Sementara itu, rupiah justru menunjukkan penguatan. Mata uang Garuda ditransaksikan di level Rp17.840 per dolar AS.

Menurut Gunawan, minimnya agenda ekonomi penting pada akhir pekan membuat pelaku pasar cenderung menahan diri. Kondisi ini membuka peluang bagi IHSG maupun rupiah untuk bergerak dalam rentang yang relatif terbatas.

“Minimnya agenda ekonomi yang dirilis, berpeluang membuat pasar keuangan ditransaksikan dalam rentang angka yang terbatas. Sentimen geopolitik yang relatif tidak banyak alami perubahan, belum akan menjadi ancaman bagi pasar keuangan di tanah air,” jelasnya.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah juga bergerak relatif stabil dengan kecenderungan melemah. Harga minyak jenis Brent berada di kisaran US$87 per barel.

Sementara itu, harga emas dunia mengalami koreksi dan diperdagangkan di level US$4.321 per troy ounce atau sekitar Rp2,49 juta per gram.

Gunawan menilai pelemahan harga emas kali ini lebih disebabkan oleh koreksi teknikal. Perbaikan sentimen pasar turut mengurangi kebutuhan investor untuk menempatkan dana pada aset safe haven seperti emas.

“Harga emas mengalami koreksi di tengah sentimen pasar yang membaik. Koreksi teknikal menjadi pemicu utama pelemahan harga emas saat ini,” pungkasnya. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement