Breaking News
Memuat breaking news...

IHSG Diproyeksi Melemah

Redaksi
Redaksi
Senin, 19 Oktober 2026 - 8.09 AM WIB
IHSG Diproyeksi Melemah
Ilustrasi tangkapan layar
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

JAKARTA (Waspada.id): Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi melemah pada perdagangan Senin (19/10).

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi setelah menembus support krusial di level 5.317 meski peluang penguatan tetap terbuka setelah indeks menguji area koreksi.

"Dalam skenario terburuk, IHSG diperkirakan sedang membentuk wave [v], sehingga berpotensi terkoreksi ke area 5.021-5.120 sebelum berpeluang menguat menuju 5.397-5.514," ujar Herditya dalam riset hariannya.

Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 5.063, 4.962 dan resistance 5.318, 5.607 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni ASII, INCO, TLKM, dan UNTR.

Sementara itu, Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji memperkirakan indeks saham masih bergerak volatil dengan kecenderungan melemah seiring sentimen negatif dari usulan MSCI yang mengubah klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.

Ketidakpastian ini berpotensi memicu aksi jual lanjutan, terutama dari investor asing.

"Persoalan utama MSCI bukan sekadar reformasi regulasi, melainkan sejauh mana pembenahan mampu meningkatkan daya tarik investasi secara terukur dan berkelanjutan. Indonesia perlu membuktikan perbaikan transparansi, akurasi free float, dan likuiditas pasar untuk memulihkan kepercayaan investor global," ujar Nafan.

Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 4.989, 4.785, dan resistance 5.318, 5.522, hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni ANTM, BRIS, dan WINS.

IHSG ditutup di level 5.185 pada perdagangan Jumat (16/10) sore. Indeks saham melemah 678,67 poin atau minus 11,57 persen dari perdagangan sebelumnya.

Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp31,92 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 68,56 miliar saham.

Pada penutupan pekan lalu, 10 saham menguat, 775 terkoreksi, dan 10 stagnan.(cnni)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement