Ikut Arahan Kasatgas PRR, TKD Tambahan Rp1,9 Miliar Terealisasi untuk Drainase Batas Medan–Bagan Percut


PERCUT SEI TUAN (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menggelontorkan Rp1,9 miliar untuk perbaikan drainase serta meningkatkan kualitas Jalan Batas Medan–Bagan Percut, di Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan.
Anggaran tersebut bersumber dari dana Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan 2026. Pengerjaan sepanjang 700 meter itu dimulai Juli 2026 dan akan rampung sesuai target pada November 2026. Hingga saat ini, progres pembangunan sudah 40 persen.
TKD Tambahan (Tambahan Transfer ke Daerah) adalah alokasi dana tambahan dari pemerintah pusat yang disalurkan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah, khususnya guna mempercepat rehabilitasi, rekonstruksi, serta pemulihan wilayah yang terdampak bencana atau untuk mendukung penanganan kebutuhan mendesak lainnya.
“Jangan sampai enggak dimanfaatkan. Tujuan-tujuan kita adalah kami memperjuangkan tambahan TKD tersebut dua kali di bulan Februari dan di bulan Agustus, tujuannya adalah memperkuat kemampuan keuangan daerah sehingga daerah juga bisa bergerak paralel,” ujar Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, dalam rapat koordinasi di Posko Nasional Satgas PRR, Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Tito meminta pemerintah daerah di tiga provinsi Sumatera mempercepat realisasi tambahan TKD Rp10,6 triliun untuk mendukung pemulihan pascabencana sebelum akhir 2026.

Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deli Serdang, Suparno, saat diwawancarai di Jalan Batas Medan–Bagan Percut, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, pada Jumat (16/10/2026). (Dok: Tim Media Satgas PRR)
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Deli Serdang, Suparno, menjelaskan bahwa drainase yang dibangun memiliki lebar 80 sentimeter dengan kedalaman satu meter. Pengerjaan juga dilakukan dengan pengaspalan ulang badan jalan.
"Dulu drainase hanya berupa parit tanah hasil kerukan warga, mudah tersumbat dan meluap ke jalan saat hujan maupun pasang air laut. Dengan saluran permanen ini, air akan lebih cepat terbuang dan tidak lagi merusak jalan," ujarnya saat meninjau lokasi, Jumat (16/10/2026).
Untuk diketahui, kawasan ini kerap tergenang, baik oleh banjir akibat curah hujan maupun banjir rob yang hampir setiap sore terjadi. Sekretaris Kecamatan Percut Sei Tuan, Andriani Zahara Nasution, menyebut drainase lama tidak terhubung dengan baik ke Sungai Percut. Akibatnya, air tergenang di jalan.
"Drainase baru ini juga akan disambung dengan parit-parit di lingkungan warga agar air mengalir lancar," katanya.
Sementara itu, Kepala BPBD Deli Serdang, Mukti Ali Harahap, berharap pembangunan ini nantinya bisa memperlancar aktivitas warga yang selama ini terganggu akibat banjir rob.
"Kita juga mengimbau masyarakat ikut menjaga fasilitas ini, terutama tidak membuang sampah ke saluran air agar tidak tersumbat kembali," pesannya.
Kasatgas PRR Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, menyatakan seluruh jalan nasional di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sudah kembali fungsional 100 persen.
“Untuk akses darat jalan nasional Aceh, Sumut, Sumbar sudah fungsional semua 100 persen,” kata Tito.
Perbaikan jalan daerah di ketiga provinsi, diakuinya, mencatatkan kemajuan pesat. Jalan yang sudah fungsional mencapai lebih dari 90 persen. Jalan daerah di Aceh fungsional 92 persen, Sumatera Utara fungsional 99 persen, dan Sumatera Barat fungsional 90 persen.
Selain jalan nasional, jembatan nasional di tiga provinsi tersebut juga 100 persen sudah berfungsi kembali, meskipun sebagian masih bersifat sementara dengan menggunakan jembatan Bailey, Armco, maupun perbaikan teknis lainnya.
Ia menambahkan, perbaikan jembatan daerah masih terus dikebut, khususnya di Aceh yang progresnya mencapai 47 persen, Sumatera Utara 95 persen, dan Sumatera Barat 69 persen.
Tito menegaskan, Satgas PRR telah memberikan perhatian khusus untuk pemulihan akses jalan karena menjadi fondasi utama percepatan distribusi logistik, mobilitas masyarakat, serta pemulihan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak.
TNI dan Polri juga dikerahkan untuk mendukung pembangunan. TNI membangun 62 unit jembatan Bailey, 74 unit Armco, serta 37 jembatan perintis, sedangkan Polri membangun 41 unit jembatan di berbagai wilayah terdampak.
Pascabencana Sumatera 2025, Satgas PRR mencatat 2.036 ruas jalan mengalami kerusakan. Sebanyak 1.631 ruas jalan di Aceh, 41 ruas jalan di Sumatera Utara, dan 364 ruas jalan di Sumatera Barat. Selain itu, 646 unit jembatan dilaporkan juga mengalami kerusakan, di antaranya 636 unit di Aceh, 7 unit di Sumatera Utara, dan 3 unit di Sumatera Barat.
Khusus untuk kerusakan dan kerugian infrastruktur, Satgas PRR memperkirakan Aceh mengalami kerugian sebesar Rp57,9 triliun. Sementara itu, Sumatera Barat dan Sumatera Utara masing-masing mengalami kerugian sebesar Rp18,5 triliun dan Rp4,7 triliun.
Satgas PRR terus berupaya membangun kembali infrastruktur yang rusak pascabencana. Hal ini sesuai dengan arah kebijakan, strategi rehabilitasi, dan rekonstruksi yang telah disusun oleh Ketua Satgas PRR, Tito Karnavian. Ia menekankan bahwa rehabilitasi jaringan jalan dan jembatan yang rusak diprioritaskan untuk menjaga konektivitas antarwilayah, khususnya pada koridor strategis serta akses penghubung antarkabupaten/kota dan wilayah terdampak.
Di Deli Serdang, dua ruas jalan yang dikerjakan pemerintah pusat statusnya sudah fungsional. Sementara itu, 36 ruas jalan yang digarap pemda setempat statusnya juga sudah fungsional. Di sisi lain, sembilan jembatan yang digarap pemda setempat juga sudah rampung dan sudah bisa digunakan.
Data Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Rabu, 14 Oktober 2026, menunjukkan sebanyak 351 jembatan di Sumatera Utara sudah selesai dibangun dan diperbaiki. Tujuh jembatan di antaranya digarap pemerintah pusat dan 344 jembatan digarap pemda setempat. Namun, masih ada 22 jembatan yang masih dalam proses perbaikan. Satgas PRR dan pemerintah daerah terus berupaya serta mempercepat perbaikan akses jalan di Sumatera Utara.
Berita Terkait










































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda