Breaking News
Memuat breaking news...

Ikuti Jejak Gus Dur, Putra Seunuddon Raih Beasiswa S2 di University of Baghdad

Redaksi
Redaksi
Jumat, 18 September 2026 - 6.05 PM WIB
Ikuti Jejak Gus Dur, Putra Seunuddon Raih Beasiswa S2 di University of Baghdad
Mukhlis Azmi, putra Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, lulusan Teknik Sipil Universitas Malikussaleh Lhokseumawe. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

LHOKSUKON (Waspada.id): Mukhlis Azmi, putra Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, lulusan Teknik Sipil Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, meraih beasiswa untuk menempuh pendidikan magister di University of Baghdad (UOB), Irak, tahun akademik 2026–2027.

Mukhlis diterima pada program Urban and Regional Planning di Urban and Regional Planning Center for Postgraduate Studies, University of Baghdad, melalui program pemerintah Irak Study in Iraq.

Baghdad memiliki hubungan tersendiri dengan perjalanan intelektual tokoh Indonesia. Salah satunya adalah Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Presiden keempat Republik Indonesia. Ia pernah menempuh pendidikan di University of Baghdad pada 1966–1970 setelah sebelumnya belajar di Kairo.

Bagi Mukhlis, perjalanan pendidikan Gus Dur menjadi salah satu inspirasi, meskipun bidang studi dan perjalanan keduanya berbeda.

“Kalau dikatakan mengikuti jejak Gus Dur, saya kira dalam konteks tempat belajarnya saja. Perjalanan dan bidang keilmuan kami tentu berbeda. Saya datang ke Baghdad untuk belajar Urban and Regional Planning dan berharap ilmu yang saya peroleh nantinya bisa saya bawa kembali untuk berkontribusi di Aceh,” ujar Mukhlis, Jumat (18/9).

Mukhlis merupakan lulusan Teknik Sipil Universitas Malikussaleh. Ia memiliki pengalaman di bidang konstruksi dan pembangunan infrastruktur sebelum kemudian aktif sebagai guru di SMKS Ulumuddin Lhokseumawe pada bidang Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB).

Latar belakang tersebut menjadi salah satu alasan Mukhlis memilih Urban and Regional Planning. Menurutnya, pengalaman di bidang teknik sipil membuatnya banyak berhadapan dengan persoalan pembangunan pada tingkat proyek, sedangkan studi perencanaan wilayah dan kota akan memberikan perspektif lebih luas mengenai hubungan antara infrastruktur, tata ruang, kawasan perkotaan, dan pembangunan berkelanjutan.

“Selama ini saya banyak melihat pembangunan dari sisi teknis dan proyek. Saya ingin memperluas pemahaman, terutama bagaimana infrastruktur menjadi bagian dari perencanaan wilayah dan bagaimana pembangunan kawasan dapat dirancang secara lebih terpadu,” katanya.

Mukhlis mengatakan kesempatan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak.

“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada kedua orang tua, guru serta semua pihak yang telah memberikan dukungan, doa dan dorongan selama proses ini,” ujar guru sekolah vokasi yang kini menetap di Lhokseumawe tersebut.

Menurut Mukhlis, beasiswa tersebut bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga sebuah amanah untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Saya berharap setelah menyelesaikan studi nanti dapat kembali dan membagikan ilmu serta pengalaman yang saya peroleh, baik melalui pendidikan maupun kontribusi dalam pembangunan di daerah,” katanya.

Ia juga berharap perjalanannya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda dari daerah, khususnya Aceh Utara, untuk tidak ragu mencari kesempatan pendidikan di luar negeri.

“Kesempatan seperti ini bukan sesuatu yang datang begitu saja. Ada proses, persiapan, dan tentu dukungan dari banyak orang. Mudah-mudahan pengalaman saya bisa menjadi motivasi bahwa anak daerah juga memiliki kesempatan untuk belajar di tingkat internasional,” tuturnya.

Kini Mukhlis bersiap menjalani tahapan keberangkatan menuju Baghdad. Ia akan membawa latar belakang sebagai putra Seunuddon, sarjana teknik sipil, praktisi, dan guru, sekaligus harapan untuk kembali membawa pengalaman akademik dari University of Baghdad bagi masyarakat di daerah asalnya.(id71)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement