Breaking News
Memuat breaking news...

Imbas Solar Langka di Abdya, Harga Gabah Merosot

Redaksi
Redaksi
Rabu, 16 September 2026 - 3.42 PM WIB
Imbas Solar Langka di Abdya, Harga Gabah Merosot
Tumpukan gabah hasil panen raya yang tidak terangkut akibat langkanya solar, terlihat di pinggir areal persawahan Abdya, Rabu (16/9).Waspada.id/Syafrizal
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BLANGPIDIE (Waspada.id): Krisis bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mulai mengganggu rantai distribusi hasil panen padi, di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Di tengah berlangsungnya panen raya, gabah petani justru menumpuk, karena armada pengangkut kesulitan bergerak. Kondisi tersebut turut menekan harga gabah basah hasil panen (GBH).

Sejumlah pengepul mengaku mulai membatasi pembelian, karena kesulitan memastikan gabah dapat segera diangkut dan dikirim ke luar daerah.

Agen pengepul padi di Blangpidie, Muhammad Syairazi, Rabu (16/9) mengatakan, harga GBH yang sebelumnya mencapai Rp7.200 per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp6.800 per kilogram.

Menurutnya, persoalan bukan semata pada harga, tetapi terhambatnya mobilitas truk pengangkut akibat sulit memperoleh solar. Antrean panjang di sejumlah SPBU, membuat armada tidak dapat beroperasi secara normal. “Pengepul tidak berani mengambil risiko membeli dalam jumlah besar, karena truk pengangkut terkendala solar. Kalau gabah sudah dibeli tetapi tidak bisa segera dikirim, risikonya cukup besar,” ujar Syairazi.

Persoalan semakin kompleks, karena kapasitas kilang padi di Abdya belum mampu menyerap seluruh produksi petani saat panen raya. Keterbatasan fasilitas pengering atau oven, membuat sebagian gabah harus dikirim ke luar daerah untuk diproses.

Namun, distribusi tersebut ikut tersendat akibat sulitnya mendapatkan solar. Situasi ini menciptakan efek domino. Petani yang seharusnya menikmati hasil panen, justru menghadapi persoalan baru: gabah tertahan, pengepul membatasi pembelian, sementara harga mulai bergerak turun.



Di sejumlah lokasi, karung-karung gabah bahkan terlihat menumpuk di sekitar areal persawahan dan jalan akses sawah karena belum seluruhnya dapat diangkut.

Para petani dan pelaku usaha pengadaan pangan berharap, pemerintah daerah bersama instansi terkait, segera memastikan kelancaran distribusi solar subsidi, khususnya bagi sektor yang menopang aktivitas pertanian dan angkutan hasil panen.

Kelancaran pasokan BBM dinilai penting, agar rantai distribusi gabah kembali bergerak dan petani tidak menjadi pihak yang paling dirugikan, ketika produksi sedang melimpah.(id82)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement