IMF Peringatkan Risiko Baru Harga Minyak, Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Anjlok 90%

JAKARTA (Waspada.id): Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan tekanan di pasar energi global belum berakhir. Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah anjloknya lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi dunia.
Direktur Departemen Komunikasi IMF Julie Kozack mengatakan, harga minyak dan gas masih berada pada level tinggi. Kondisi tersebut diperparah dengan penurunan drastis aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, yang kini hanya tersisa sekitar 10% dibandingkan sebelum perang.
"Arus lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz saat ini hanya sekitar sepersepuluh dari tingkat sebelum perang," ujar Kozack dalam konferensi pers IMF, dikutip Minggu (13/9/2026).
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi energi dunia. Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut berpotensi menimbulkan tekanan terhadap pasokan dan harga minyak maupun gas global.
IMF juga mencatat sejumlah negara telah menggunakan cadangan minyak dan gas strategis untuk meredam dampak gangguan pasokan. Namun, langkah tersebut bukan solusi permanen karena cadangan yang telah digunakan harus kembali diisi.
Permintaan Energi dari AI Ikut Meningkat
Tekanan pasar energi berpotensi semakin kompleks seiring meningkatnya kebutuhan energi global. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu faktor yang turut mendorong permintaan energi di sejumlah negara.
"Pada saat yang sama, kita tahu bahwa ledakan perkembangan AI meningkatkan permintaan energi di sejumlah negara," kata Kozack.
Selain pertumbuhan penggunaan AI, datangnya musim dingin di belahan bumi utara juga berpotensi meningkatkan konsumsi energi. Kombinasi gangguan pasokan, kebutuhan pengisian kembali cadangan strategis, dan potensi kenaikan permintaan membuat pasar energi masih menghadapi ketidakpastian tinggi.
IMF turut menyoroti harga produk olahan minyak, seperti diesel dan bahan bakar pesawat, yang masih berada pada level sangat tinggi.
Ekonomi Global Masih Tangguh, tetapi Risiko Membesar
Kondisi energi menjadi salah satu faktor yang diperhatikan IMF dalam menilai prospek perekonomian global. Meski demikian, lembaga tersebut menilai ekonomi dunia sejauh ini masih cukup tangguh dalam menghadapi guncangan energi.
IMF masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi global berada di sekitar 3%. Namun, lembaga tersebut menegaskan tingkat ketidakpastian tetap tinggi.
Tekanan energi yang belum mereda, terutama akibat terganggunya jalur perdagangan strategis dan meningkatnya kebutuhan energi, menjadi salah satu risiko yang dapat memengaruhi prospek ekonomi global ke depan. (Lip6)













Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda