IMF Tempatkan Indonesia di Peringkat ke-7 Ekonomi Dunia, Ini Daftar Lengkapnya


JAKARTA (Waspada.id): Indonesia masuk jajaran tujuh negara dengan ekonomi terbesar di dunia berdasarkan kemampuan daya beli atau purchasing power parity (PPP). Berdasarkan proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) untuk 2026, nilai produk domestik bruto (PDB) Indonesia berdasarkan PPP diperkirakan mencapai US$5,48 triliun atau sekitar Rp98,64 kuadriliun.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti pencapaian tersebut sebagai bukti besarnya kekuatan ekonomi Indonesia di tingkat global. Namun, ia mengingatkan bahwa posisi ekonomi yang kuat harus diikuti kemampuan pemerintah mengelola kekayaan nasional agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
"Baru saja IMF mengeluarkan daftar urutan ekonomi terbesar di dunia. Dari PPP, berarti kemampuan daya beli nyata dari ekonomi banyak negara," kata Prabowo belum lama ini.
"Indonesia hari ini ditempatkan dalam urutan ketujuh di dunia, urutan ketujuh. We are the seventh biggest economy in the world. We are strong," sambungnya.
Prabowo menegaskan, besarnya ukuran ekonomi nasional tidak boleh hanya menjadi kebanggaan di tingkat internasional. Tantangan berikutnya adalah memastikan kekuatan tersebut diterjemahkan menjadi kesejahteraan yang lebih merata.
"We are strong. We are rich. Kita kuat dan kita kaya. Tapi sekarang masalahnya adalah bagaimana kita kelola itu supaya bisa dirasakan langsung oleh rakyat kita yang paling memerlukan. Ini tantangan kita," ujarnya.
Ekonomi Indonesia Capai US$5,48 Triliun
Berdasarkan proyeksi IMF dalam World Economic Outlook edisi Oktober 2026, PDB Indonesia berdasarkan PPP diperkirakan mencapai US$5,48 triliun. Dengan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS, nilainya setara sekitar Rp98,64 kuadriliun.
PPP merupakan metode pengukuran yang digunakan untuk membandingkan ukuran ekonomi antarnegara dengan memperhitungkan perbedaan harga barang dan jasa. Melalui pendekatan ini, kemampuan daya beli masyarakat dan nilai produksi ekonomi dibandingkan dengan mempertimbangkan tingkat harga di masing-masing negara.
Dengan metode tersebut, Indonesia menempati peringkat ketujuh dunia, berada di bawah Jerman dan di atas Brasil.
Posisi ini berbeda dengan peringkat berdasarkan PDB nominal. Menggunakan ukuran tersebut, ekonomi Indonesia berada di urutan ke-17 dunia dengan nilai sekitar US$1,48 triliun.
Perbedaan peringkat tersebut menunjukkan bahwa posisi ekonomi suatu negara bergantung pada metode pengukuran yang digunakan. PDB berdasarkan PPP lebih memperhitungkan perbedaan tingkat harga antarnegara, sedangkan PDB nominal mengukur nilai produksi menggunakan harga pasar dan nilai tukar yang berlaku.
China Masih Pimpin Ekonomi Dunia Berdasarkan PPP
Dalam daftar proyeksi IMF untuk 2026, China menempati posisi pertama sebagai negara dengan ekonomi terbesar berdasarkan PPP. Nilai PDB negara tersebut diperkirakan mencapai US$44,55 triliun.
Amerika Serikat berada di posisi kedua dengan US$32,64 triliun, disusul India yang mencapai US$19,19 triliun.
Rusia menempati posisi keempat dengan PDB berdasarkan PPP sebesar US$7,54 triliun. Jepang berada di urutan kelima dengan US$7,32 triliun, sedangkan Jerman menempati peringkat keenam dengan US$6,55 triliun.
Indonesia berada tepat di bawah Jerman dengan nilai US$5,48 triliun. Sementara itu, Brasil menempati posisi kedelapan dengan US$5,27 triliun.
Inggris dan Prancis masing-masing berada di peringkat kesembilan dan kesepuluh, dengan nilai PDB berdasarkan PPP sebesar US$4,78 triliun dan US$4,76 triliun.
Indonesia juga berada di atas sejumlah negara maju berdasarkan ukuran PPP. Namun, peringkat tersebut tidak serta-merta berarti bahwa pendapatan per kapita atau tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia lebih tinggi daripada negara-negara tersebut.
PDB Nominal Indonesia Masih di Urutan ke-17
Jika menggunakan PDB nominal, susunan ekonomi terbesar dunia terlihat berbeda. Amerika Serikat menjadi negara dengan ekonomi terbesar, dengan nilai PDB sekitar US$32,64 triliun, sedangkan China berada di posisi kedua dengan sekitar US$21,55 triliun.
Indonesia sendiri berada di urutan ke-17 berdasarkan PDB nominal, dengan nilai ekonomi sekitar US$1,48 triliun.
Perbedaan tersebut penting dipahami karena PDB berdasarkan PPP dan PDB nominal mengukur ekonomi melalui pendekatan yang berbeda. PPP memperhitungkan daya beli dan perbedaan harga antarnegara, sedangkan PDB nominal menggunakan harga pasar serta nilai tukar mata uang.
Karena itu, posisi Indonesia sebagai ekonomi terbesar ketujuh berdasarkan PPP perlu dibaca sebagai gambaran besarnya aktivitas ekonomi dan kemampuan daya beli secara agregat, bukan sebagai ukuran tunggal kesejahteraan setiap penduduk.
Pernyataan Prabowo mengenai posisi Indonesia di tingkat global sekaligus menempatkan pengelolaan kekayaan nasional sebagai tantangan penting pemerintah. Besarnya ekonomi perlu diikuti upaya agar pertumbuhan, investasi, dan aktivitas produksi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Daftar 10 Ekonomi Terbesar Dunia Berdasarkan PPP pada 2026
Berdasarkan proyeksi IMF yang dipublikasikan Visual Capitalist, berikut 10 negara dengan PDB berdasarkan PPP terbesar pada 2026:
China: US$44,55 triliun
Amerika Serikat: US$32,64 triliun
India: US$19,19 triliun
Rusia: US$7,54 triliun
Jepang: US$7,32 triliun
Jerman: US$6,55 triliun
Indonesia: US$5,48 triliun
Brasil: US$5,27 triliun
Inggris: US$4,78 triliun
Prancis: US$4,76 triliun
Data tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia masuk dalam kelompok negara dengan ukuran ekonomi terbesar di dunia berdasarkan PPP. Meski demikian, tantangan berikutnya bukan hanya mempertahankan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan hasil pembangunan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. (Lip6)
Berita Terkait






































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda