Breaking News
Memuat breaking news...

IMT-GT ke-32 Hasilkan Sejumlah Komitmen Strategis Di Medan

Redaksi
Redaksi
Jumat, 18 September 2026 - 6.29 PM WIB
IMT-GT ke-32 Hasilkan Sejumlah Komitmen Strategis Di Medan
Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara, 7–10 September 2026. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Pertemuan Tingkat Menteri Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-32 yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara, 7–10 September 2026, menghasilkan sejumlah komitmen terkait penguatan kerja sama ekonomi, konektivitas, digitalisasi dan pembangunan berkelanjutan di kawasan.

Forum yang digelar di JW Marriott Hotel Medan tersebut mempertemukan delegasi tingkat menteri dari Indonesia, Malaysia dan Thailand untuk membahas berbagai agenda pembangunan sub-regional. Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian bersama delegasi negara anggota IMT-GT turut mengikuti rangkaian pertemuan tersebut.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam rangkaian pertemuan adalah penguatan kerja sama antardaerah di Pulau Sumatera. Pada Rabu (9/9/2026), kepala daerah dari 10 provinsi di Sumatera disebut menyepakati pembentukan Forum Sumatera 10 melalui rapat koordinasi gubernur se-Sumatera.

Forum tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi antardaerah dalam menangkap peluang investasi dan perdagangan yang terbuka melalui kerja sama IMT-GT.

Sejumlah agenda yang dibahas mencakup integrasi komoditas unggulan, pengembangan kawasan logistik, peningkatan konektivitas maritim serta penyelarasan regulasi perdagangan dan sistem data antardaerah.

Dalam bidang komoditas, kerja sama diarahkan pada penguatan rantai nilai sejumlah produk unggulan seperti kelapa sawit, karet dan kopi, termasuk pengembangan industri hilir hingga produk yang memiliki nilai tambah dan berorientasi ekspor.

Sementara pada sektor konektivitas, pembahasan mencakup penguatan jaringan transportasi dan logistik yang menghubungkan sentra produksi di sejumlah wilayah Sumatera dengan pelabuhan utama di kawasan Selat Malaka.

Rangkaian pertemuan juga membahas agenda pertumbuhan hijau atau green growth. Lima rekomendasi yang disampaikan dalam forum mencakup mobilisasi sumber daya untuk pembangunan infrastruktur, pengarusutamaan pembangunan rendah emisi, pengembangan program IMT-GT Green City Award, penguatan penerapan Sustainable Urban Development Framework (SUDF), serta peningkatan kemitraan dengan lembaga internasional.

Kerja sama dengan Asian Development Bank (ADB) dan Sekretariat ASEAN juga menjadi bagian dari agenda untuk mendukung bantuan teknis serta membuka peluang pembiayaan bagi proyek pembangunan berkelanjutan di kawasan IMT-GT.

Selain agenda pemerintahan, pertemuan IMT-GT ke-32 juga menjadi forum promosi investasi melalui Joint Business Council (JBC). Sejumlah daerah menyampaikan potensi dan proyek yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan bersama investor.

Sumatera Utara, antara lain, mempromosikan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, sektor pariwisata berkelanjutan di kawasan Danau Toba serta pengembangan kawasan perkotaan di Deli Serdang.

Aceh menawarkan pengembangan sektor pariwisata dan medical tourism di Sabang. Sementara Riau dan Kepulauan Riau mendorong penguatan konektivitas perdagangan dan logistik, termasuk rute kapal roll-on/roll-off (RORO) Dumai-Melaka serta pengembangan konektivitas kawasan Batam-Bintan-Karimun.

Jambi juga mendorong pengembangan KEK Ujung Jabung sebagai salah satu kawasan yang diproyeksikan mendukung aktivitas perdagangan dan logistik komoditas.

Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT ke-32 kemudian ditutup pada Kamis (10/9/2026). Komitmen yang dihasilkan diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha dan mitra pembangunan.

Pemerintah juga menekankan pentingnya pemantauan terhadap pelaksanaan berbagai kesepakatan agar kerja sama yang telah dibahas tidak berhenti pada forum pertemuan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program dan proyek yang memberikan manfaat bagi masyarakat di negara-negara anggota IMT-GT. (wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement