INALUM Kembangkan 119 Inovasi Teknologi untuk Tingkatkan Efisiensi Produksi


TOBA (Waspada.id) : PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM terus mengembangkan inovasi teknologi guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas produksi aluminium.
Pada 2026, perusahaan tersebut berhasil menghimpun 119 karya inovasi dari 273 inovator di lingkungan INALUM Group.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 63 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi capaian tertinggi sejak kegiatan Transformation & Improvement Summit (TIS) pertama kali digelar pada 2004.
Capaian itu ditampilkan dalam ajang Grand Final TIS 2026 yang berlangsung di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, Selasa (3/11/2026).
Berbagai inovasi yang dikembangkan berfokus pada optimalisasi proses peleburan aluminium, pemanfaatan teknologi digital, hingga peningkatan efisiensi operasional perusahaan.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah optimalisasi parameter bath dalam proses peleburan aluminium untuk mendukung pengendalian produksi secara lebih optimal.
Selain itu, terdapat inovasi optimalisasi sudut eccentric counterweight guna mengatasi persoalan keretakan anoda, salah satu komponen penting dalam proses produksi aluminium.
Pengembangan inovasi juga menyasar sektor nonproduksi, di antaranya pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pemodelan keuangan perusahaan serta pengembangan gagasan di bidang energi dan keberlanjutan.
Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, mengatakan inovasi yang dikembangkan harus mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi perusahaan, bukan sekadar menjadi karya yang memenangkan kompetisi.
“Keberhasilan inovasi yang sesungguhnya bukan ketika sebuah karya memenangkan kompetisi, tetapi ketika karya tersebut memberikan manfaat yang berkelanjutan. Jangan sampai ide terbaik kita hanya tersimpan sebagai dokumen,” ujar Melati.

Seorang perwakilan INALUM menyampaikan pemaparan dalam ajang Transformation & Improvement Summit (TIS) 2026 di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, Selasa (3/11/2026). Kegiatan tersebut menghimpun 119 karya inovasi dari 273 inovator di lingkungan INALUM Group.Waspada.id/Ist
Perluas Kategori Kompetisi
Mengusung tema “Innovate to Elevate: Harnessing Technology in Continuous Improvement”, TIS 2026 memperluas cakupan kompetisi dari sebelumnya dua menjadi empat kategori.
Keempat kategori tersebut meliputi Teknis Implementasi, Teknis Konseptual, Nonteknis, serta Health, Safety, Environment (HSE) & Environmental, Social, and Governance (ESG).
Dari total 119 karya yang mengikuti proses penjurian, sebanyak 39 karya berasal dari kategori Teknis Implementasi, 40 karya Teknis Konseptual, 13 karya Nonteknis, dan 27 karya HSE & ESG.
Perluasan kategori tersebut memberikan kesempatan lebih besar kepada karyawan dari berbagai fungsi perusahaan untuk menyampaikan gagasan dan solusi, baik dalam mendukung kegiatan operasional maupun pengembangan bisnis.
Penyelenggaraan TIS 2026 juga melibatkan anak perusahaan INALUM, yakni PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) dan PT Indonesia Aluminium Alloy (IAA).
Salah satu rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui TIS Goes to Borneo dengan menghadirkan proses penjurian inovasi di lingkungan PT BAI, Mempawah, Kalimantan Barat.
Setelah melalui tahapan seleksi, sebanyak 12 karya terpilih mengikuti pameran poster inovasi, sementara delapan karya lainnya berkompetisi dalam Grand Final TIS 2026 di Kuala Tanjung.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2004, partisipasi inovator di lingkungan INALUM terus mengalami peningkatan. Pada penyelenggaraan perdana tercatat enam karya dari sembilan inovator. Jumlah tersebut berkembang hingga mencapai 119 karya dari 273 inovator pada 2026.
Sebagai anggota Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID, INALUM terus mendorong penerapan inovasi dalam proses produksi maupun pengelolaan bisnis perusahaan.
Melalui penguatan budaya perbaikan berkelanjutan, perusahaan berharap inovasi yang dihasilkan dapat meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, serta memperkuat daya saing industri aluminium nasional. (Id52)
Berita Terkait












































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda