Breaking News
Memuat breaking news...

Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur: Cerminan Jiwa Optimis dari Bangsa yang Besar (Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan NKRI)

Redaksi
Redaksi
Kamis, 13 Agustus 2026 - 12.54 PM WIB
Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur: Cerminan Jiwa Optimis dari Bangsa yang Besar (Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan NKRI)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

Oleh Prof. Dr. Tgk. H. Zulkarnain, MA (Abu Chik Diglee)

Kini kita sudah berada di bulan Agustus tahun 2026, sebentar lagi bangsa kita akan memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Adapun tema resmi HUT ke-81 RI pada tanggal 17 Agustus tahun 2026 kali ini secara nasional adalah "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur."

Tentunya, tema resmi ini merupakan bentuk harapan kolektif dari bangsa kita dan sekaligus bentuk sikap optimis dari setiap anak bangsa. Sebagai sebuah bangsa yang besar, kita harus senantiasa bercita-cita dan berpengharapan besar.

Selanjutnya, dari tema resmi HUT ke-81 RI tersebut, secara sederhana namun mendasar, dapat kita pahami bahwa tema tersebut mengajak seluruh masyarakat dan setiap anak bangsa untuk terus menjaga dan merawat kedaulatan negara, menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan, dan sekaligus berusaha untuk mewujudkan kesejahteraan sosial yang perenialis (mengabadi), yang dapat dirasakan oleh segenap bangsa dan rakyat Indonesia.

Meskipun pada sisi yang lain, di tatanan realita, kita semua menyadari, bahwa belum semua aspek keadilan dan kemakmuran itu bisa dirasakan secara merata. Namun pun demikian, sebagai bangsa yang besar, kita juga memiliki jiwa yang besar untuk dapat memahami bahwa dalam rangka terwujudnya keadilan dan kemakmuran yang merata itu, tidaklah bisa instan, semuanya membutuhkan proses, dan kita harus berpegang pada nilai kesabaran dan asas ketangguhan dalam setiap proses yang terus sedang berlangsung, untuk akhirnya kita bisa sampai kepada titik keadilan dan kemakmuran yang diharapkan oleh segenap anak bangsa.

Mari kita beri kesempatan dan dukungan penuh kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto beserta para pemimpin bangsa kita, untuk memimpin negeri ini dengan baik dan benar, seraya memberi koreksi dan masukkan yang konstruktif serta santun, terhadap hal-hal yang dianggap masih memiliki kekurangan.

Jiwa tulus dari setiap bangsa yang besar, selalu disemangati oleh upaya maksimal di dalam menjaga kebersamaan, persatuan dan kesatuan bangsa. Karena tanpa kebersamaan, persatuan, dan kesatuan bangsa yang kuat, maka yang tersisa hanyalah kebesaran yang rentan dan rapuh. Sebagai sebuah bangsa yang besar, kita senantiasa harus berhati hati dan mawas diri, dari upaya strategi pecah belah dan infiltrasi pihak pihak yang tidak menginginkan NKRI menjadi negara besar, kuat, makmur, dan berkeadilan.

Selanjutnya, dari nomenklatur berdaulat yang ada pada tema resmi HUT ke-81 tersebut, dapat dipahami bahwa makna kata tersebut berkaitan erat dengan upaya menjaga kedaulatan wilayah teritorial negara dan sekaligus mencerminkan kemampuan bangsa di dalam menentukan arah masa depan bangsa secara mandiri dan terukur. Kedaulatan sebuah bangsa, di dalamnya mencakup berbagai ketahanan.

Baik itu ketahanan ekonomi, politik, militer, pangan, energi, teknologi, strategi, moral spiritual dan karakter jatidiri bangsa, maupun ketahanan untuk terus dapat eksis secara signifikan dan berkesinambungan. Dengan demikian, Negara Kesatuan Republik Indonesia senantiasa akan mampu menghadapi setiap tantangan global, dengan tetap berpegang pada kepentingan nasional.

Pada sisi yang lain, tema Adil atau Keadilan merupakan perwujudan yang menyimpan kandungan harapan, agar setiap anak bangsa dan warga negara Indonesia dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang. Keadilan itu dapat berwujud akses pendidikan, layanan kesehatan, peluang lapangan pekerjaan, sandang, pangan, papan, hingga pembangunan yang merata di seluruh pelosok Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan begitu, manfaat keadilan dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.

Kemudian, Kemakmuran. Indonesia makmur telah menjadi tujuan bersama yang ingin diwujudkan melalui setiap tahap pembangunan inklusif (terbuka) dan berkelanjutan serta terukur. Harapan besar yang tersimpan dalam kemakmuran yang ingin dicapai oleh bangsa Indonesia itu adalah bahwa hasil pembangunan diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

Adapun tentang Berdaulat, Adil, dan Makmur adalah cerminan jiwa optimis dari bangsa yang besar, yaitu bangsa Indonesia. Optimis adalah sikap mental seseorang atau suatu bangsa yang selalu berpandangan, berpengharapan baik, dan berpikir positif dalam menghadapi segala hal atau situasi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, orang atau bangsa yang optimis, selalu percaya bahwa hal-hal baik dan hasil positif akan terjadi di masa depan. Orang atau bangsa yang optimis, selalu memiliki ciri-ciri yang khas.

Pertama, selalu fokus pada problem solving atau solusi, selalu mencari jalan keluar dari setiap persoalan yang dihadapi. Dan tidak cengeng serta meratapi porsoalan.

Kedua, percaya diri atau Confidence, selalu yakin dengan kemampuan diri sendiri dan selalu siap dalam menghadapi setiap tantangan, walau seberat apapun tantangan tersebut.

Ketiga, tangguh, tidak mudah menyerah dan selalu bangkit kembali setiap kali terjatuh atau mengalami kegagalan.

Keempat, orang atau bangsa yang optimis selalu piawai dalam melihat peluang, selalu mampu menemukan kesempatan baik, bahkan di dalam situasi yang sangat sulit sekalipun.

Orang atau bangsa yang bersikap optimis, akan selalu memperoleh manfaat yang banyak, di antaranya; Pertama, terjaganya kesehatan mental. Orang atau bangsa yang memiliki sikap optimis dapat mengurangi tingkat stres dan membuat perasaan selalu lebih bahagia.

Kedua, orang atau bangsa yang optimis, akan selalu terpelihara kesehatan fisiknya, sehingga daya tahan tubuhnya tetap baik dan menurunkan resiko penyakit yang bersifat fisik.

Ketiga, terjaga tingkat keberhasilan dari setiap yang diupayakan. Orang atau bangsa yang optimis, akan selalu lebih bersemangat dalam mencapai prestasi dan tujuan hidupnya.

Selanjutnya, meskipun di dalam HUT ke-81 RI tahun 2026 ini, kita masih menyaksikan melalui pemberitaan berbagai media masa, baik cetak maupun elektronik dan juga mendengar bahwa korupsi masih menduduki ranking pertama penghambat akselerasi (percepatan) pembangunan negara, namun berbagai upaya pencegahan telah dilakukan oleh pemerintah melalui penguatan sistem pengawasan, upaya transparansi, dan penegakkan hukum, walaupun belum sesempurna seperti yang semestinya.

Di samping itu, kita juga masih menyaksikan bahwa para koruptor masih tega terus berpesta pora menggerogoti keuangan negara, tanpa merasa berdosa bahwa mereka telah merampas hak kesejahteraan bersama bangsanya sendiri.

Pada sisi yang lain, kita juga melihat masih adanya program program pemerintah pada tatanan tertentu, yang belum dijalankan sebagaimana mestinya, sehingga dirasa perlu untuk segera dievaluasi, diperbaiki, dan disempurnakan, sehingga manfaat dari program-program tersebut nantinya benar benar bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Seiring hadirnya HUT ke-81 RI tahun 2026 ini, terkenanglah kita kepada sosok Jenderal Besar Sudirman, dengan ungkapan kata kata bijak beliau, dimana beliau berkata, "Hendaknya perjuangan kita harus kita dasarkan pada kesucian. Kami percaya bahwa perjuangan yang suci itu, senantiasa mendapat pertolongan dari Tuhan."

Apa yang disampaikan oleh Jenderal Besar Sudirman tersebut, hendaknya menjadi pedoman bagi segenap pemimpin bangsa kita, agar semua upaya dan jerih payah membangun negeri ini, benar-benar dilakukan dengan penuh keikhlasan dan tanpa keculasan, agar Allah Tuhan Yang Maha Esa meridhoi setiap usaha dan kerja keras bangsa kita.

Akhirnya, sebagai anak bangsa yang mencintai tanah airnya NKRI, saya mengucapkan Selamat HUT ke-81 RI, semoga Negara Kesatuan Repubblik Indonesia (NKRI) semakin jaya, adil, makmur, sentosa, gemah ripah loh jinawi, dan menjadi negara besar yang disegani oleh bangsa bangsa lain. Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin. WASPADA.id

Penulis adalah Guru Besar Filsafat Hukum Islam Pascasarjana IAIN Langsa dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Langsa.

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement