Indonesia Buka Impor Pertalite dari China dan India, Tak Lagi Bergantung pada Singapura


JAKARTA (Waspada.id): Indonesia mulai memperluas sumber pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dengan menjajaki impor dari China dan India. Langkah ini dilakukan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap negara pemasok tertentu sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, membenarkan bahwa PT Pertamina Patra Niaga akan mengimpor Pertalite dari kedua negara tersebut.
Selama ini, Singapura menjadi salah satu negara pemasok BBM bagi Indonesia. Dengan membuka alternatif pasokan dari China dan India, pemerintah berharap pengadaan Pertalite memiliki sumber yang lebih beragam.
"Iya, kan sebelumnya diimpor juga dari negara yang satu itu kan (Singapura), nah ini kita cari diversifikasi dari negara lain," kata dia dilansir dari Antara, Senin (2/11/2026).
Laode mengatakan, komunikasi dengan calon negara pemasok telah dilakukan. Pemerintah kini menyiapkan tahapan implementasi agar diversifikasi impor tersebut dapat berjalan sesuai mekanisme yang ditetapkan.
"Iya sudah ada komunikasi terkait dengan itu," ujarnya.
Aturan Impor Pertalite Masih Disempurnakan
Meski rencana impor dari China dan India telah dijajaki, Kementerian ESDM masih menyempurnakan peraturan menteri sebagai aturan pelaksana setelah diterbitkannya peraturan presiden.
Regulasi tersebut nantinya akan mengatur secara terperinci mekanisme, tahapan, serta tata kelola pelaksanaan impor oleh Pertamina Patra Niaga.
"Sedang kita sempurnakan permennya, ini masih membutuhkan tahapan-tahapan untuk bisa berjalan," bebernya.
Selama proses penyusunan regulasi berlangsung, kegiatan impor BBM yang saat ini berjalan tetap dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku. Pemerintah juga terus mempersiapkan berbagai tahapan sebelum kebijakan diversifikasi pasokan diterapkan.
"Sekarang masih berjalan. Sekarang kita sedang siapkan tahapan-tahapan menuju ke implementasi. Jadi setelah perpres kan harus ada permen untuk merinci secara detail tahapannya seperti apa, mekanismenya seperti apa," jelasnya.
Kementerian ESDM menegaskan, diversifikasi sumber impor Pertalite diharapkan dapat memperkuat ketahanan pasokan energi nasional.
Dengan semakin beragamnya negara pemasok, pemerintah berharap risiko gangguan pasokan dapat ditekan dan keandalan distribusi BBM bagi masyarakat tetap terjaga. (Lip6)
Berita Terkait











































































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda