Breaking News
Memuat breaking news...

Indonesia Dorong BRICS Perkuat Industrialisasi dan Naikkan Posisi dalam Rantai Nilai Global

Redaksi
Redaksi
Senin, 14 September 2026 - 5.39 AM WIB
Indonesia Dorong BRICS Perkuat Industrialisasi dan Naikkan Posisi dalam Rantai Nilai Global
Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan BRICS, Minggu (13/9/2026).
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Indonesia mendorong negara-negara anggota BRICS untuk mengoptimalkan sumber daya, kapasitas produksi, teknologi, dan pasar bersama guna meningkatkan posisi dalam rantai nilai global (global value chain).

Penguatan kerja sama industrialisasi dinilai dapat membuka peluang investasi, memperkuat struktur industri, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, BRICS pada dasarnya telah memiliki rantai pasok yang dapat dikembangkan secara bersama. Karena itu, negara-negara anggota perlu menghubungkan dan mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki agar menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar.

“BRICS sudah menjadi rantai pasok. Tugas kita adalah menghubungkan dan mengoptimalkannya agar kekuatan yang sudah ada ini dapat menjadi sumber nilai yang lebih besar bagi kita semua,” kata Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan BRICS, Minggu (13/9/2026).

Menurut Prabowo, negara-negara BRICS memiliki kekayaan sumber daya mineral kritis, energi, kapasitas produksi, kemampuan teknologi, serta pasar yang luas. Potensi tersebut, kata dia, perlu dikembangkan agar negara-negara anggota tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan mentah, tetapi juga mampu menghasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

“Karena itu, izinkan saya menawarkan sesuatu yang konkret. Mari kita melakukan industrialisasi bersama dan mengoptimalkan sumber daya serta kapasitas yang kita miliki bersama,” ujar Prabowo.

Penggabungan Sumber Daya BRICS

Prabowo menambahkan, penggabungan sumber daya dan kapasitas produksi negara-negara BRICS dapat membuka peluang investasi sekaligus memperkuat basis industri. Pengembangan industri bersama juga dinilai berpotensi menyerap tenaga kerja dan mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia menjadikan transformasi kapasitas produksi pangan sebagai salah satu contoh peningkatan posisi ekonomi. Setelah bertahun-tahun menjadi salah satu importir terbesar biji-bijian, beras, dan jagung, Indonesia kini telah bertransformasi menjadi eksportir serta terus berupaya meningkatkan kontribusi pasokan bagi negara lain.

Selain industrialisasi, Prabowo menilai ekonomi hijau dapat menjadi peluang strategis bagi negara-negara BRICS untuk memperkuat posisi dalam rantai nilai global. Pengembangan sumber daya terbarukan dan teknologi bersih dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan nilai ekonomi baru.

Ia menegaskan, kerja sama tersebut dapat mengubah integrasi sumber daya, produksi, teknologi, dan pasar menjadi kekuatan industri yang nyata. Indonesia meyakini penguatan rantai pasok bersama akan membantu negara-negara BRICS meningkatkan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi dalam peta ekonomi dunia.

“Bersama-sama, kita dapat mengubah berbagai tantangan yang saling berkaitan menjadi peluang untuk meningkatkan investasi, memperkuat industri, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja dan peluang yang lebih baik bagi rakyat kita,” tutur Prabowo. (Lip6)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement