Ini 5 Langkah Kemenag Cegah Budaya LGBTQIni 5 Langkah Kemenag Cegah Budaya LGBTQ

JAKARTA (Waspada.id): Guna mencegah penyebaran budaya Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Queer (LGBTQ), Kementerian Agama punya 5 langkah berbasis edukasi yang
dijalankan melalui penguatan pendidikan keagamaan, pembinaan keluarga, hingga dakwah digital.
Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi'i mengatakan, upaya pencegahan tidak cukup dilakukan melalui pernyataan moral, tetapi harus diwujudkan dalam program kerja yang sistematis dan menyentuh masyarakat secara langsung.
Langkah pertama adalah memperkuat program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) agar calon pengantin memiliki pemahaman yang utuh mengenai hakikat pernikahan sesuai ajaran agama dan ketentuan negara.
"Bimwin juga bisa menjadi wahana menguatkan pemahaman psikologi keluarga agar mampu menjadi benteng pertama bagi anak-anak mereka dari pengaruh budaya luar," ujarnya, Senin (6/7/2026).
Langkah kedua ialah mengoptimalkan peran penyuluh agama di Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Penyuluh juga diharapkan mampu memberikan pendampingan dan konseling keagamaan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ketiga, memperkuat pembinaan keluarga sakinah melalui KUA dengan menghadirkan pembinaan keluarga secara berkala serta layanan konsultasi psikologi dan spiritual bagi remaja.
Keempat, memperkuat kurikulum di madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan melalui penguatan materi akhlak, fikih, moderasi beragama, serta pendidikan seksualitas berbasis nilai-nilai agama.
"Siswa, santri, dan mahasiswa perlu mendapat pemahaman yang proporsional terkait kesehatan reproduksi dan batasan pergaulan gender sejak dini dalam koridor hukum agama," kata Romo Syafi'i.
Langkah kelima ialah menyiapkan materi khutbah dan memperbanyak produksi konten dakwah digital yang edukatif, kreatif, inklusif, dan persuasif untuk menjangkau generasi muda melalui media sosial.
"Perlu juga produksi konten dakwah digital yang kreatif, inklusif, dan persuasif di media sosial untuk memberi pemahaman generasi muda tentang bahaya penyebaran budaya LGBTQ di media sosial," tandasnya.(id11)



























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda