Breaking News
Memuat breaking news...

Insiden Pekerja PT GKM di Area Proyek PT SD Guthrie, Perusahaan Tegaskan Bukan Kecelakaan Kerja

Redaksi
Redaksi
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 7.53 PM WIB
Insiden Pekerja PT GKM di Area Proyek PT SD Guthrie, Perusahaan Tegaskan Bukan Kecelakaan Kerja
Penyerahan dana belasungkawa dari PT SD Guthrie kepada keluarga korban.Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): PT Gemilang Karya Mandiri (GKM) menyampaikan klarifikasi terkait insiden yang melibatkan salah seorang pekerjanya di area proyek kawasan kerja PT SD Guthrie pada Jumat (21/8/2026).

Berdasarkan kronologi dan keterangan yang diperoleh dari saksi-saksi di lapangan, insiden tersebut tidak menunjukkan adanya peristiwa kecelakaan kerja yang mengakibatkan cedera fisik. Pekerja mengalami kondisi kesehatan saat sedang berada di area proyek dan kemudian mendapatkan penanganan darurat serta dievakuasi ke rumah sakit.

Hakim, selaku Project Manager PT GKM, menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya pekerja tersebut. Ia juga menegaskan bahwa perusahaan telah memberikan dukungan dan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya rekan kerja kami. Berdasarkan fakta dan keterangan awal yang kami terima, kejadian tersebut merupakan kondisi medis yang dialami pekerja saat berada di area proyek, bukan akibat suatu peristiwa kecelakaan kerja. Namun demikian, kami tetap memberikan dukungan dan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian perusahaan,” ujar Hakim kepada Waspada.id, Sabtu (22/8).

Kronologi Kejadian

Hakim menjelaskan, pada Jumat, 21 Agustus 2026, sekitar pukul 15.00 WIB, seorang pekerja PT GKM yang sedang melaksanakan aktivitas di area proyek menyampaikan kepada rekan kerjanya bahwa dirinya merasa kurang sehat dan mengalami sesak napas.

Mengetahui kondisi tersebut, pekerja yang bersangkutan menghentikan aktivitasnya dan menuju area istirahat yang berada tidak jauh dari lokasi pekerjaan untuk beristirahat dan minum.

Sekitar pukul 15.10 WIB, pekerja tersebut beristirahat di area Piperack Line R. Beberapa saat kemudian, petugas HSE yang sedang melakukan pengawasan pekerjaan mendapati pekerja tersebut tidak memberikan respons ketika dipanggil dan diberikan sinyal.

Petugas kemudian segera menghubungi tim medis dan Emergency Response Team (ERT). Tim medis dan ERT melakukan penanganan darurat di lokasi sesuai prosedur tanggap darurat yang berlaku, termasuk upaya resusitasi jantung paru (RJP).

Setelah dilakukan upaya pertolongan di lokasi, pekerja kemudian dievakuasi secara aman menggunakan man basket menuju area bawah. Selanjutnya, pekerja dibawa menggunakan ambulans ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.

“Setelah mendapatkan penanganan di rumah sakit, berdasarkan informasi awal yang kami terima, pekerja tersebut dinyatakan meninggal dunia. Kami juga tidak mendapatkan informasi mengenai adanya luka atau cedera fisik yang menunjukkan terjadinya kecelakaan kerja,” jelas Hakim.

Menurut Hakim, perusahaan menyerahkan sepenuhnya penanganan dan pemeriksaan medis kepada pihak yang berwenang serta menghormati seluruh proses yang berlaku.

Perusahaan Berikan Dukungan kepada Keluarga

Selain menyampaikan ucapan belasungkawa, PT GKM bersama pihak terkait juga telah memberikan dukungan kepada keluarga pekerja yang meninggal dunia.

Hakim menyampaikan bahwa pemberian santunan atau dana belasungkawa tersebut merupakan bentuk kepedulian dan dukungan perusahaan kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami memahami bahwa kehilangan ini merupakan sesuatu yang sangat berat bagi keluarga. Karena itu, selain menyampaikan belasungkawa, kami juga telah memberikan santunan kepada keluarga korban. Kami berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga,” ujarnya.

Klarifikasi Pemberitaan

PT GKM juga menyampaikan klarifikasi terhadap sejumlah pemberitaan yang beredar di media online yang menyebutkan seolah-olah pekerja tersebut meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.

Hakim berharap pemberitaan mengenai kejadian tersebut dapat mengacu pada fakta dan kronologi yang telah diperoleh dari lapangan serta hasil pemeriksaan pihak yang berwenang.

“Kami menghargai peran media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Namun, kami berharap informasi terkait kejadian ini dapat disampaikan berdasarkan fakta, keterangan saksi, serta hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman,” katanya.

PT GKM juga menyayangkan apabila terdapat penggunaan ilustrasi, foto, maupun narasi dalam pemberitaan yang tidak menggambarkan kondisi sebenarnya dari kejadian tersebut.

Perusahaan mengimbau seluruh pihak agar melakukan verifikasi dan konfirmasi kepada sumber yang berwenang sebelum menyampaikan informasi kepada publik, khususnya untuk kejadian yang berkaitan dengan keselamatan dan kematian seseorang.

PT GKM menyatakan akan melakukan komunikasi dan evaluasi terhadap informasi yang beredar. Apabila di kemudian hari ditemukan informasi yang terbukti tidak sesuai fakta dan menimbulkan kerugian bagi pihak-pihak terkait, perusahaan akan mempertimbangkan langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Komitmen terhadap Keselamatan

PT GKM menegaskan komitmennya untuk terus mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja, menjalankan prosedur tanggap darurat, serta memastikan setiap kejadian di area proyek ditangani secara cepat dan sesuai prosedur.

Perusahaan juga menyampaikan apresiasi kepada tim HSE, tim medis, Emergency Response Team (ERT), pihak rumah sakit, serta seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan dan evakuasi pekerja.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja serta memastikan setiap kejadian ditangani secara profesional, transparan, dan sesuai dengan prosedur maupun ketentuan yang berlaku,” tutup Hakim.(id88)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement