Breaking News
Memuat breaking news...

Inspektorat Perketat Pengawasan Layanan Haji di Mina

Redaksi
Redaksi
Jumat, 29 Mei 2026 - 7.19 AM WIB
Inspektorat Perketat Pengawasan Layanan Haji di Mina
Mulyadi Nurdin berbincang dengan Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi di sela-sela pemantauan layanan haji di Mina selama pelaksanaan hari tasyriq, Kamis (28/5/2026) Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MINA (Waspada.id): Guna memastikan seluruh layanan haji berjalan optimal selama puncak kepadatan jemaah di Mina, Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI meningkatkan pengawasan terhadap petugas dan penyedia layanan dengan melakukan pemantauan langsung di lapangan sepanjang hari tasyriq.

Pengawasan diperketat seiring terkonsentrasinya seluruh jemaah haji Indonesia di Mina untuk menjalani rangkaian ibadah lempar jumrah yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ibadah haji.

Pada fase ini, kebutuhan terhadap layanan transportasi, konsumsi, akomodasi, serta pendampingan petugas menjadi sangat tinggi sehingga memerlukan pengawasan yang lebih intensif.

Inspektur Wilayah III Kementerian Haji dan Umrah RI, Mulyadi Nurdin, mengatakan tim pengawas internal yang berada di bawah koordinasi Inspektur Jenderal Mayjen TNI (Purn) Dendi Suryadi akan tetap menjalankan tugas pengawasan hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai dilaksanakan.

"Sesuai amanah regulasi, tim pengawas internal dari Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah akan terus melakukan pengawasan kinerja petugas dan layanan haji selama proses pelaksanaan haji berlangsung," ujar Mulyadi Nurdin kepada Waspada.id.

Menurut Mulyadi, pengawasan tidak hanya difokuskan pada aspek administratif, tetapi juga menyentuh langsung kualitas pelayanan yang diterima jemaah di lapangan.

Tim pengawas melakukan pemantauan terhadap kinerja petugas, efektivitas pelayanan, kecukupan jumlah petugas di setiap sektor, hingga tingkat kepuasan jemaah terhadap layanan yang diberikan.

Ia menegaskan bahwa kehadiran tim pengawas bertujuan memastikan seluruh hak jemaah terpenuhi sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan.

Karena itu, setiap laporan maupun keluhan yang muncul akan menjadi perhatian serius untuk segera ditindaklanjuti.

Selain aspek sumber daya manusia, pengawasan juga dilakukan terhadap layanan yang diberikan oleh perusahaan penyedia atau syarikah yang menjadi mitra Kementerian Haji dan Umrah.

Layanan transportasi, konsumsi, hingga pemondokan di tenda-tenda Mina menjadi bagian yang diawasi secara ketat.

"Kami di bawah komando Pak Irjen Dendi Suryadi terus melakukan pengawasan sambil memberikan bantuan bagi jemaah haji yang membutuhkan," kata Mulyadi.

Alumni Universitas Al-Azhar Mesir itu menjelaskan bahwa seluruh layanan yang diterima jemaah Indonesia pada musim haji tahun ini berbasis kontrak yang telah disepakati antara Kementerian Haji dan Umrah dengan para penyedia layanan. Oleh karena itu, pelaksanaan di lapangan harus sesuai dengan komitmen yang telah dituangkan dalam dokumen kontrak.

Beberapa mitra layanan yang menjadi objek pengawasan antara lain Syarikah Dhuyuful Bait (Al Bait Guests), Syarikah Rakeen Masyariq, serta berbagai perusahaan yang menangani kebutuhan konsumsi, transportasi, dan akomodasi jemaah.

"Kontrak yang telah ditandatangani antara Kementerian Haji dan Umrah dengan penyedia akan menjadi acuan utama dalam melakukan pengawasan di lapangan," tegasnya.

Menurut Mulyadi, pendekatan pengawasan yang dilakukan tidak hanya mengandalkan inspeksi langsung, tetapi juga memanfaatkan perkembangan teknologi informasi.

Salah satu sumber informasi awal yang dipantau secara aktif adalah media sosial yang banyak digunakan jemaah maupun keluarga mereka untuk menyampaikan pengalaman dan keluhan selama pelaksanaan ibadah haji.

"Media sosial menjadi salah satu cara untuk mendapatkan informasi awal, sedangkan secara detailnya tim akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan validasi informasi tersebut," jelasnya.

Dengan pola tersebut, tim pengawas dapat bergerak lebih cepat dalam merespons berbagai persoalan yang muncul. Setiap informasi yang beredar akan diverifikasi sebelum dijadikan dasar pengambilan langkah atau rekomendasi perbaikan.

Secara teknis, tim pengawas dibagi menjadi dua kelompok besar yang bertugas di berbagai titik layanan sesuai wilayah kerja dan markas yang telah ditentukan.

Masing-masing tim melakukan pengawasan terhadap berbagai sektor layanan agar pemantauan dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau seluruh area yang menjadi lokasi aktivitas jemaah.

Meski terbagi dalam beberapa kelompok, seluruh personel pengawas tetap bergerak dalam satu sistem komando yang dipimpin langsung oleh Inspektur Jenderal Dendi Suryadi.

Koordinasi dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan setiap temuan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

Mulyadi menambahkan bahwa hasil pengawasan yang diperoleh selama pelaksanaan haji tidak hanya digunakan untuk menyelesaikan persoalan yang muncul saat ini, tetapi juga menjadi bahan evaluasi strategis dalam penyelenggaraan haji tahun-tahun berikutnya.

Seluruh temuan, catatan, serta rekomendasi perbaikan akan dilaporkan kepada Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah sebagai bahan pengambilan kebijakan. Dengan demikian, kualitas layanan haji bagi jemaah Indonesia diharapkan terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Sebagai mata dan telinga Pak Menteri dan Pak Wakil Menteri, tim pengawas akan memberikan informasi lengkap hasil pengawasan kepada beliau setiap saat diperlukan," pungkas Mulyadi.(id69)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement