Inspektur Wilayah III Awasi Peralihan Aset Asrama Haji Padang


PADANG (Waspada.id): Inspektur Wilayah III Kementerian Haji dan Umrah, H Mulyadi Nurdin, Lc, MH, CPLA, CHRIM, mengawasi proses peralihan aset Asrama Haji Padang, Sumatera Barat, sekaligus memastikan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027 dilakukan lebih dini dan tertib.
Pengawasan tersebut dilakukan H Mulyadi saat berkunjung ke Asrama Haji Padang dan bertemu dengan kepala asrama, Jumat (11/9/2026).
H Mulyadi mengatakan, pengawasan dilakukan sejak awal untuk memastikan pemanfaatan aset, kesiapan layanan dan mitigasi risiko berjalan sesuai ketentuan.
"Semua pihak harus melakukan mitigasi risiko, melakukan persiapan lebih dini, memaksimalkan pemanfaatan aset asrama haji untuk kemaslahatan jemaah, dan terus meningkatkan layanan kepada masyarakat," kata H Mulyadi.
Ia menjelaskan, sesuai amanah undang-undang, aset yang berkaitan dengan penyelenggaraan ibadah haji dan sebelumnya dikelola Kementerian Agama kini dialihkan kepada Kementerian Haji dan Umrah.
Karena itu, proses peralihan aset harus dilakukan secara tertib, lengkap secara administrasi dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
"Seluruh aset tersebut harus diselesaikan proses peralihannya dengan melengkapi semua dokumen yang diperlukan agar memudahkan dalam pemanfaatan bagi jemaah haji dan masyarakat di Sumatera Barat," ujarnya.
Menurutnya, Asrama Haji harus dimanfaatkan secara maksimal, bukan hanya ketika musim haji. Fasilitas tersebut juga diharapkan mampu mendukung pelayanan jemaah umrah serta berbagai kegiatan masyarakat sesuai ketentuan pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN).
"Asrama haji harus dapat dimaksimalkan untuk pelayanan jemaah haji, jemaah umrah, serta keperluan masyarakat dengan tertib sesuai ketentuan dalam pemanfaatan Barang Milik Negara," tegas alumni Lemhannas RI itu.
H Mulyadi juga mengingatkan jajaran Kementerian Haji dan Umrah agar berorientasi pada Tri Sukses Haji, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi, serta sukses peradaban dan keadaban.
"Asrama haji berperan penting dalam mensukseskan Tri Sukses Haji. Seluruh jemaah akan memasuki asrama haji saat embarkasi dan debarkasi. Jemaah umrah juga diharapkan dapat merasakan pelayanan dari asrama, demikian juga masyarakat umum bisa memanfaatkan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan," katanya.
Ia turut mengingatkan agar jajaran tidak terlena dengan berbagai apresiasi atas pelaksanaan haji 2026.
H Mulyadi menyebutkan, Presiden Prabowo Subianto menginginkan pelayanan haji terus ditingkatkan dengan biaya terjangkau tanpa mengurangi kualitas layanan. Sementara Menteri Haji dan Umrah Gus Irfan Yusuf juga meminta seluruh jajaran terus berbenah.
"Walau banyak apresiasi dalam pelaksanaan ibadah haji tahun 2026, Menteri Haji dan Umrah mengingatkan agar terus melangkah, jangan terlena dengan pujian," katanya.
Pesan serupa, lanjut H Mulyadi, disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak terkait pentingnya integritas dalam pelayanan.

"Pak Wakil Menteri Haji dan Umrah selalu menekankan agar seluruh pihak mengedepankan integritas dalam pelayanan, ikhlas, dan zero tolerance terhadap penyelewengan," ujarnya.
Terkait penyelenggaraan haji 2027, H Mulyadi meminta seluruh tahapan dipersiapkan lebih cepat, termasuk pemenuhan istitaah kesehatan calon jemaah.
"Persiapan ibadah haji tahun 2027 harus dilakukan lebih cepat. Semua tahapan harus dilakukan dengan baik, terutama istitaah kesehatan bagi calon jemaah," katanya.
Ia menegaskan, Inspektorat Jenderal akan melakukan pengawasan terhadap seluruh proses dari awal hingga akhir.
"Demi terwujudnya pemerintahan yang akuntabel, Inspektorat Jenderal akan mengawasi kinerja dan keuangan kementerian melalui kegiatan audit, reviu, evaluasi, pemantauan, dan bentuk pengawasan lainnya," pungkas H Mulyadi.(id69)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda