Breaking News
Memuat breaking news...

Intelijen Ukraina: 8 WNI Jadi Tentara Rusia

Redaksi
Redaksi
Senin, 31 Agustus 2026 - 7.59 AM WIB
Intelijen Ukraina: 8 WNI Jadi Tentara Rusia
Ilustrasi
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

Delapan nama WNI itu di luar eks personel Marinir TNI AL dan Brimob Polda Aceh.

KIYV (Waspada.id): Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina (FISU) merilis data terbaru terkait upaya Kremlin merekrut delapan warga Inegara indonesia (WNI) menjadi tentaranya untuk berperang melawan Ukraina. Dalam laman resmi FISU, dijelaskan bahwa Rusia terus secara sistematis merekrut warga asing untuk berperang melawan Ukraina.

Bagi Kremlin, setiap rekrutan asing memiliki beberapa tujuan sekaligus. Di antaranya, mereka mengisi kekosongan personel di garis depan dan berfungsi sebagai umpan propaganda untuk mendukung narasi dugaan dukungan global untuk "operasi militer khusus".

Alasan lain untuk merekrut warga asing adalah meningkatnya ketidakpuasan domestik terhadap situasi sosial ekonomi, perang, dan rencana gelombang mobilisasi baru (tingkat ketidakpuasan mencapai 69 persen). Akibatnya, penurunan jumlah orang yang bersedia mendaftar secara sukarela. "Indonesia telah menjadi contoh terbaru dari pola ini," demikian keterangan pers FISU dikutip Republika di Jakarta, Senin (31/8/2026).

FISU telah memperoleh dokumen tentang setidaknya delapan warga negara Indonesia yang direkrut ke dalam barisan tentara pendudukan Rusia. Menurut FISU, skema yang digunakan Moskow untuk merekrut prajurit asing telah diuji di puluhan negara lain.

"Janji-janji gaji tinggi, tugas nontempur, percepatan kewarganegaraan Rusia, dan tunjangan sosial menarik orang-orang yang, lebih sering daripada tidak, tidak tahu ke mana mereka sebenarnya dikirim," begitu penjelasan FISU.

Pola yang sama sebelumnya telah digunakan oleh warga negara Nepal, Kuba, Kenya, dan India. Sebagian besar dari mereka yang direkrut berakhir di garis depan tanpa pelatihan apa pun. "Dan beberapa tewas dalam beberapa pekan pertama," kata FISU.

Sebanyak delapan WNI yang dirilis FISU, mendapatkan visa Rusia. Mereka direkrut menjadi tentara Rusia untuk berada di garis depan melawan Ukraina. Ditampilkan pula identitas lengkap mereka asal Indonesia.

Seperti dilihat Republika, Yudha Putra Pratama, Haryanto Dwi Kencana, Erwanda, Ngangun Hudri Fadli, Syaripudin Muhammad, Maulana M Hadi, Iskandar Wahyu Oktavian, dan terakhir Hakim yang mendapatkan visa lewat Belarusia. Daftar itu di luar mantan personel Marinir TNI AL Serda (Mar) Satriya Arta Kumbara dan anggota Brimob Polda Aceh Bripda Muhammad Rio.

"Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia dengan populasi lebih dari 280 juta, telah bergabung dalam daftar negara-negara yang telah diubah Kremlin menjadi sumber tenaga kerja murah untuk perang," jelas keterangan FISU.

Sumber Republika.co.id

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement