Breaking News
Memuat breaking news...

Intensitas Hujan Tinggi di Puncak Gunung Sinabung Picu Terjadinya Lahar Dingin

Redaksi
Redaksi
Rabu, 9 September 2026 - 7.22 PM WIB
Intensitas Hujan Tinggi di Puncak Gunung Sinabung Picu Terjadinya Lahar Dingin
Aliran lahar dingin dari puncak Gunung Api Sinabung terlihat mengaliri jalur lintasan menuju sungai di Desa. Sukatendel Kec. Tiga Nderket, Karo. Waspada.id/Micky Maliki
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

KARO (Waspada.id): Meski tidak ditemukan adanya korban, maupun kerusakan parah lahan pertanian milik penduduk di tiga desa, lahar dingin bercampur material debu, bebatuan dan batang kayu berukuran kecil terbawa hingga ke aliran sungai di Kecamatan Tiga Nderket mencapai 30 centimeter.

Luncuran lahar dingin itu terjadi, sejak Selasa pagi (8/9) akibat curah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah sekitar Gunung Api Sinabung. Peristiwa ini beberapa kali bisa terjadi, jika luapan debit air dari puncak gunung sudah tidak dapat menampung air hujan dengan intensitas tinggi.

Peristiwa luncuran lahar dingin yang bercampur material debu, batu dan batang kayu di tiga desa itu, disampaikan Armen Putra, Kepala Pos Pantau Gunung Api Sinabung (PPGA) kepada Waspada.id, Rabu (9/9).

"Meski tidak ditemukan adanya korban, maupun kerusakan parah lahan pertanian milik penduduk, masyarakat diharapkan tetap waspada dan tetap berkordinasi dengan perangkat di desa masing masing, jika intensitas hujan masih terus meningkat tinggi di wilayah puncak gunung, dikawatirkan luncuran lahar dingin akan terjadi," kata Armen Putra.

Lanjut Armen menjelaskan dari laporan data di kantornya, terhitung mulai pukul 12.00- 18.00 WIB saat ini terpantau. Cuaca cerah dan berawan, angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur, suhu udara 21-26 °C.

Sementara visual gunung jelas hingga kabut 0-II. Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 100-500 m di atas puncak kawah. Teramati asap kebiruan dengan kegempaan vulkanik dalam. Dengan jumlah (: 2, Amplitudo : 5-80 mm, S-P : 1.4-2.5 detik, Durasi : 12-20 detik).

Sedangkan untuk tektonik Lokal (Jumlah : 1, Amplitudo : 4 mm, S-P : 6.5 detik, Durasi : 52 detik). Tektonik Jauh (Jumlah : 2, Amplitudo : 5-80 mm, S-P : 12-34 detik, Durasi : 98-125 detik). Dengan tingkat aktivitas Gunung Api Sinabung saat berstatus level III Siaga.

Dengan begitu, Armen merekomendasikan kepada masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius 5 km untuk sektoral selatan-timur.

Selain itu, masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Api Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

"Pemerintah Daerah Kabupaten Karo agar senantiasa berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau Pos Pengamatan Gunung api Sinabung," terang Armen Putra.(id35)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement