International Coffee Day 2026: Polbangtan Kementan dan APP-KPPMI Dorong Pemberdayaan Petani Kopi Berbasis Regenerative Agriculture

TOBA (Waspada.id): Memperingati International Coffee Day 2026, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan bersama Asosiasi Program Studi Penyuluhan, Komunikasi Pembangunan, Pemberdayaan Masyarakat Indonesia (APP-KPPMI) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Nasional di Desa Motung, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Jumat (2/10/2026).
Mengusung tema “Merajut Budaya Lewat Secangkir Kopi Hangat; Kopi, Musik dan Cerita dari Desa Motung”, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, praktisi, pemerintah, pelaku usaha dan petani dalam mengembangkan potensi kopi Arabika di kawasan Kaldera Toba.
Kegiatan Abdimas merupakan bagian dari rangkaian Seminar Nasional APP-KPPMI yang diikuti sekitar 60 anggota asosiasi dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, di antaranya Polbangtan Medan, Universitas Satya Terra Bhinneka, Universitas Quality Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Lampung, Polbangtan Bogor, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret, Polbangtan Malang dan Universitas Negeri Jember.
Kegiatan ini searah dengan pernyataan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian harus berorientasi pada peningkatan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani. Menurutnya, penguatan komoditas unggulan daerah harus dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan teknologi dan penguatan hilirisasi.
“Kita ingin pertanian bukan hanya menghasilkan komoditas, tetapi memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan petani. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan petani harus terus diperkuat,” ujarnya.
Begitu juga yang disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDM Pertanian), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya penguatan kapasitas petani dan generasi muda sebagai bagian dari strategi regenerasi sumber daya manusia pertanian.
“Regenerasi pertanian membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif dan mampu memanfaatkan inovasi. Perguruan tinggi pertanian memiliki peran strategis untuk mendekatkan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kebutuhan masyarakat, termasuk melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin mengatakan, kolaborasi perguruan tinggi dengan petani harus terus diperluas agar inovasi pertanian dapat diterapkan secara nyata di tingkat lapangan.
Direktur Polbangtan Medan, Nurliana Harahap mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempertemukan dunia akademik dengan masyarakat, khususnya petani kopi, sehingga ilmu pengetahuan yang dimiliki perguruan tinggi dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan usaha tani dan ekonomi masyarakat.
“Abdimas ini bukan hanya kunjungan akademik, tetapi menjadi ruang untuk membangun dialog, berbagi pengalaman dan merumuskan peluang kolaborasi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi petani kopi. Kami ingin potensi kopi di Desa Motung tidak hanya berkembang dari sisi produksi, tetapi juga memiliki nilai tambah melalui budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Ketua Panitia, Dwi Febrimeli mengatakan, akademisi Polbangtan Medan juga memberikan penguatan mengenai tantangan budidaya kopi yang dihadapi petani, terutama akibat perubahan cuaca dan meningkatnya serangan hama serta penyakit tanaman.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Plt. Direktur Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Ardhitama Nusantara Putra, yang hadir bersama Kepala Desa Motung. Dalam kesempatan tersebut, BPODT menyampaikan apresiasi atas kehadiran civitas akademika dan membuka peluang kolaborasi dalam mendukung pembangunan pariwisata di kawasan Kaldera Toba yang terintegrasi dengan potensi pertanian dan perkebunan kopi masyarakat.
Ketua APP-KPPMI, Heri Bachrizal Tanjung mengatakan, kawasan Toba memiliki potensi besar untuk mengembangkan kopi Arabika sebagai komoditas unggulan sekaligus bagian dari identitas lokal masyarakat.
“Kami merasa senang dapat bertemu dan berdialog langsung dengan petani kopi di kawasan Toba. Petani yang tetap optimis mengembangkan daerahnya dan memasarkan kopi seperti Pak Toni Sitorus menunjukkan bahwa pertanian dapat berjalan beriringan dengan pariwisata. Wisatawan tidak hanya datang menikmati keindahan alam, tetapi juga dapat mengenal kebun kopi, proses budidayanya dan cerita masyarakat di balik secangkir kopi,” katanya.
Ketua Kelompok Tani Saordot sekaligus pemilik usaha kopi Arabika Motung Arabika (Mora Coffee), Toni Sitorus, bersama 15 petani lainnya menyambut antusias kegiatan tersebut. Kehadiran para akademisi dan praktisi kopi menjadi kesempatan bagi petani untuk memperoleh pengetahuan dan bertukar pengalaman mengenai pengembangan usaha tani kopi.
Kepala Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Polbangtan Medan, Linda Tri Wira Astuti mengatakan, para petani menunjukkan semangat untuk meningkatkan kualitas produksi melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP).
Sementara itu, praktisi kopi Obama Hasibuan, yang saat ini fokus mengembangkan kopi Arabika di Kabupaten Tapanuli Utara, turut memberikan motivasi kepada petani. Menurutnya, kopi Arabika dari dataran tinggi Sumatera Utara memiliki karakter cita rasa yang khas dari masing-masing wilayah.
Setelah sesi dialog, para peserta berinteraksi langsung dengan petani sambil menikmati kopi Arabika Motung, musik dan tarian tradisional Batak Toba. Perpaduan antara kopi, budaya dan cerita masyarakat menjadi gambaran bahwa pengembangan pertanian dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata.
Panitia kegiatan, Puji Wahyu Mulyani, mengatakan Desa Motung memberikan pengalaman yang berkesan bagi seluruh peserta.
“Kegiatan ini menjadi kenangan manis bagi seluruh peserta. Kami tidak hanya belajar tentang kopi, tetapi juga belajar tentang budaya, keramahan masyarakat dan semangat petani dalam membangun daerahnya. Semoga kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi petani kopi di Desa Motung,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Polbangtan Medan dan APP-KPPMI berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi multipihak dalam pengembangan pertanian berkelanjutan, penguatan kapasitas petani, regenerasi sumber daya manusia pertanian serta pengembangan potensi lokal berbasis budaya dan pariwisata.(id09)


















Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda