Breaking News
Memuat breaking news...

ITSI Wisuda 445 Mahasiswa

Redaksi
Redaksi
Jumat, 16 Oktober 2026 - 1.30 PM WIB
ITSI Wisuda 445 Mahasiswa
Pelaksanaan wisuda 445 mahasiswa ITSI, di Tiara Convention Center.Waspada.Id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.Id): Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) mewisuda 445 mahasiswanya, di Tiara Convention Center, Jalan Imam Bonjol, Medan, Kamis (15/10). Sebagian diantaranya bahkan sudah bekerja sebelum toga dikenakan. Dan PT. Agrinas Palma Nusantara (APN), menjadi perusahan terbesar menyerap tenaga kerja tersebut.

Direktur SDM & Umum PT. APN Brigjen TNI (Purn) Dr.Erry Herman mengungkapkan, pihaknya telah merekrut 90 lulusan terbaik ITSI. Mereka ditempatkan di sejumlah wilayah, di antaranya Sumut, Riau, dan Kalimantan Barat.

"Semua menjadi pemimpin-pemimpin lapangan terbaik yang kami nilai, mereka bekerja sangat baik di lapangan," ujarnya dalam acara wisuda.

Erry Herman menegaskan, para orangtua tidak salah mempercayakan pendidikan tinggi anak-anaknya di ITSI. Karena banyaknya lulusan yang terserap, bahkan sebelum diwisuda.

Sementara itu, Wakil Rektor III ITSI Ika Ucha Pradifta Rangkuti, SST, MSi menyebut, puluhan lulusan berprestasi sudah diterima di perusahaan perkebunan ternama. Selain Agrinas, daftar itu mencakup PTPN IV, PT Bumijaya, Genting Plantation, Gunas Group, Kalimantan Plantation Unit, Kawasan Industri Nusantara, Permata Group, Sinar Mas Agro, Triputra Agro, dan Sapta Pesona.

Rektor ITSI Dr. Purjianto menjelaskan, penguatan konsep itu dilakukan lewat kolaborasi dengan industri untuk tempat magang dan praktik lapangan, peningkatan kompetensi dosen, serta pembenahan sarana dan prasarana. Tujuannya agar lulusan punya keterampilan yang sesuai kebutuhan industri perkebunan.

"Pembelajaran ITSI meliputi hard skill, yaitu penguasaan pengetahuan teori dan praktik. Mahasiswa juga dibekali softskill yaitu pengembangan karakter, sehingga lulusan punya disiplin, daya juang, tangguh, mental yang kuat dan karakter positif lain sebagai bekal dalam bekerja," urai Purjianto.

Ia menambahkan, lulusan juga menjalani rangkaian uji kompetensi dari lembaga sertifikasi profesi. Dari 445 lulusan dari enam program studi jenjang D-IV dan S-I itu, kata Purjianto, sebagian sudah bekerja di BUMN dan perusahaan swasta nasional.

Di sela prosesi, Rektor mengumumkan beasiswa S-2 bagi salah satu lulusan terbaik, Andri Putra Arta, SP, dari Prodi Agribisnis Fakultas Saintek, yang juga mewakili mahasiswa menyampaikan kesan dan pesan. Beasiswa itu diberikan atas prestasi nasional dan internasional yang ia torehkan selama kuliah. Program pascasarjana ITSI sendiri baru dibuka tahun ini.

Ketua Yayasan Pendidikan Perkebunan Yogyakarta (YPPY) Sosiawan Hary Kustanto menyebut Prodi Budidaya Perkebunan dan Prodi Pengolahan Hasil Perkebunan sebagai dua program studi unggul ITSI.

Menurutnya, enam prodi yang ada mencakup industri sawit dari hulu hingga hilir, termasuk teknologi proteksi, integrasi digital, dan rekayasa kimia.

Ketua Aptisi Sumut, Assoc Prof Dr Muhammad Isa Indrawan, SE, MM, mengingatkan lulusan agar siap menghadapi persaingan baru setelah wisuda. Mereka harus menambah keterampilan pendukung, memahami tata kelola perkebunan modern, dan adaptif terhadap dinamika industri.

Erry Herman juga menekankan tantangan di lapangan. Produktivitas harus naik, biaya dikendalikan, lingkungan dijaga, dan tata kelola diperkuat. Menurutnya, semua itu menuntut SDM yang mampu berpikir, menganalisis, dan mengambil keputusan sebagai pemimpin lapangan. (wep.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement