Jadi Pembina Apel Gabungan, Asisten I Setdako Binjai Tekankan Pariwisata sebagai Ekosistem Ekonomi TerpaduJadi Pembina Apel Gabungan, Asisten I Setdako Binjai Tekankan Pariwisata sebagai Ekosistem Ekonomi Terpadu

BINJAI (Waspada.id): Pemerintah Kota Binjai mendorong perubahan cara pandang terhadap sektor pariwisata. Tak lagi sekadar mengandalkan destinasi, pariwisata kini diarahkan menjadi ekosistem ekonomi yang mampu menggerakkan UMKM, ekonomi kreatif, kuliner, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Asisten I Setdako Binjai, Putri Syawal Sembiring, saat membacakan arahan Wali Kota Binjai dalam Apel Gabungan Pemerintah Kota Binjai di Lapangan Apel Pemko Binjai, Senin (10/8). Apel yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Binjai itu diikuti jajaran Staf Ahli Wali Kota Binjai, Asisten Setdako Binjai, para pimpinan OPD, camat, lurah, serta ASN di lingkungan Sekretariat Pemerintah Kota Binjai.
“Pariwisata saat ini tidak lagi hanya berbicara tentang tempat wisata. Pariwisata adalah sebuah ekosistem yang melibatkan budaya, sejarah, kuliner, UMKM, ekonomi kreatif, teknologi, sumber daya manusia, dan masyarakat,” ujar Putri. Ia juga mengapresiasi capaian Dinas Pariwisata Kota Binjai. Dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2024, Perayaan Maha Puja Thaipussam Shri Mariamman Kuil berhasil masuk enam besar usulan dari 252 event daerah se-Indonesia. Sementara destinasi Sawah Lukis masuk dua besar usulan kategori Daya Tarik Wisata tingkat Provinsi Sumatera Utara untuk diusulkan ke tingkat nasional dalam Wonderful Indonesia Award.
Menurutnya, berbagai capaian tersebut tidak boleh berhenti pada status nominasi. Prestasi pariwisata harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama melalui peningkatan peluang usaha, pendapatan UMKM, serta berkembangnya ekonomi kreatif lokal. Pemko Binjai pun terus memperkuat kapasitas SDM melalui pelatihan kuliner, sanitasi dan higienitas, digitalisasi, pemasaran dan branding, pemandu wisata, hingga gerakan sadar wisata.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong penguatan promosi melalui kanal digital. Situs resmi Dinas Pariwisata Kota Binjai disebut telah menjangkau sekitar 9,8 juta pengunjung dari berbagai negara. Media digital pemerintah diharapkan tidak hanya menjadi sarana publikasi kegiatan, tetapi juga menjadi etalase yang memperkenalkan wisata, kuliner, budaya, UMKM, dan kreativitas anak muda Binjai.
Untuk mendukung pengalaman wisatawan, program inovasi daerah Raon-Raon Binjai City Tour juga diarahkan agar mampu menyajikan cerita yang kuat tentang sejarah, budaya, dan kuliner Kota Binjai. Pemko selanjutnya meminta Dinas Pariwisata memperkuat kolaborasi berbasis pentahelix dengan melibatkan pemerintah, pelaku usaha dan UMKM, komunitas, akademisi, media, serta masyarakat.
“Keberhasilan pariwisata bukan hanya ketika Binjai semakin dikenal, tetapi ketika masyarakat merasakan manfaatnya melalui peluang usaha, peningkatan pendapatan, dan kesejahteraan,” pungkas Putri.(id25)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda