Jadi Pembina Upacara Di Sekolah, MAA Pesankan Pentingnya Adab Daripada IlmuJadi Pembina Upacara Di Sekolah, MAA Pesankan Pentingnya Adab Daripada Ilmu

SINGKIL (Waspada.id): Lembaga Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Singkil, mulai hari ini menyebar ke sejumlah daerah, untuk menjadi pembina upacara pengibaran bendera di sekolah-sekolah.
Sebanyak 33 orang Pengurus Lembaga MAA dan Pemangku Adat itu, masing-masing menyebar di 11 sekolah untuk menjadi pembina upacara pada hari Senin, dan menyampaikan materi dalam sambutan upacara, tentang nilai-nilai adat istiadat.
Salah satu Pengurus Lembaga MAA Sabri Party saat menjadi pembina upacara di UPTD SPF SMP Negeri 1 Singkil, Senin (3/7/2026) dalam sambutannya mengingatkan, bahwa adab itu lebih penting daripada ilmu.
Sebab, Adab menjadi salah satu bagian penting dalam ajaran Islam yang mengajarkan pemeluknya untuk berperilaku dengan baik, penuh sopan santun, dan menghormati orang lain. Selain itu, adab juga menjadi gambaran kepribadian seseorang sekaligus cerminan akhlaknya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling bagus akhlaknya di antara kalian." (HR. Tirmidzi no. 1941. Dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jaami’ no. 220).
Sabri berpesan kepada para siswa, sehebat apapun seseorang, semua berhasil karena perjuangan guru dan orang tua yang mendidiknya.
“Kalian masih akan dikenang di sekolah ini sampai kapanpun jika moral dan etika kalian yang baik. Dan ilmu yang diberikan para dewan guru kepada anak-anak ini, juga akan menjadi sedekah jariyah,” ucap Sabri
“Untuk itu para anak-anak kami, ingatlah, adab itu lebih penting dari pada ilmu, dengan adab kita akan memiliki akhlak, moral dan etika yang baik. Jaga adab, dan saling menyayangi sesama teman. Hindari perbuatan buly sesama teman. Berikanlah kenangan manis saat meninggalkan sekolah ini nanti,” pesannya.

Pengurus Lembaga MAA Sabri Party didampingi Kepsek Lizamuddin dan Anggota Pemangku Adat Masudin serta salah satu tokoh masyarakat Abdul Mufti dan dewan guru usai upacara pengibaran bendera di SMPN 1 Singkil, Senin (3/7/2026). Waspada.id/Ist
“Saya juga alumni di SMPN 1 Singkil ini, karena mungkin perilaku saya baik dulu semasa sekolah sehingga saya diberikan kesempatan bisa berdiri di hadapan kalian pada hari ini. Dan ini menjadi kebanggaan saya, di sekolah tempat saya belajar dulu,” ucap Sabri
“Dan perlu diingat, baiknya prilaku dan adab anak-anak kita, juga kembali kepada kita. Jika adab kita sebagai orang tua sudah baik, InsyaAllah anak-anak juga akan mengikuti adab dan perilaku yang kita ajarkan,” pesan Sabri yang juga mantan murid di SMPN 1 itu 39 tahun yang lalu.
Kepala SMP Negeri 1 Singkil Lizamudin, SPd kepada Waspada.id menyampaikan apresiasi atas kesediaan Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Singkil menjadi pembina upacara di sekolahnya.
Lizamudin berharap kunjungan yang sama bisa kembali dilaksanakan. Dengan menjadi pembina upacara dan memberikan pesan yang sangat bermanfaat bagi para siswa-siswi dan dewan guru.
“Pesan yang sangat bagus, karakter dan akhlak lebih tinggi dari pada ilmu. Kami seluruh dewan guru dan TU menyampaikan sangat berterima kasih kepada MAA Aceh Singkil,” ucap Lizamuddin. (id81)































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda