Breaking News
Memuat breaking news...

Jajaran ASN Pemkab Samosir Kompak Kenakan Batik Motif Ulos

Redaksi
Redaksi
Senin, 19 Oktober 2026 - 6.50 PM WIB
Jajaran ASN Pemkab Samosir Kompak Kenakan Batik Motif Ulos
ASN Pemkab Samosir kompak memakai batik motif ulos pada peringatan hari ulos. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

SAMOSIR (Waspada.id): Beragam pakaian motif ulos menghiasi barisan aparatur sipil negara (ASN), mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas hingga jajaran staf ASN Pemerintah Kabupaten Samosir tampil kompak mengenakan batik bermotif ulos.

Sebagian di antaranya bahkan melengkapi penampilannya dengan ulos yang disampirkan di pundak dalam peringatan hari ulos nasional yang dirangkai dengan hari kesadaran nasional di Halaman Kantor Bupati Samosir, Senin (19/10).

Pemandangan tersebut tidak hanya menghadirkan warna berbeda dalam pelaksanaan upacara. Motif ulos yang dikenakan para ASN menjadi simbol kebanggaan terhadap warisan budaya Batak sekaligus bentuk nyata dalam menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya daerah di tengah kehidupan masyarakat modern.

Sebagai salah satu daerah pewaris Ulos Batak Toba, Pemerintah Kabupaten Samosir secara aktif menggelar peringatan Hari Ulos Nasional setiap tahunnya, sejak Ulos ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) pada tanggal 17 Oktober 2014 lalu.

Peringatan ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali kecintaan terhadap ulos yang telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Batak. Ulos bukan hanya kain tradisional, tetapi memiliki nilai filosofi, sejarah dan makna sosial yang melekat dalam berbagai tahapan kehidupan masyarakat.

Asisten I, Tunggul Sinaga yang bertindak sebagai pembina upacara menyampaikan bahwa peringatan Hari Ulos Nasional harus menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa bangga sekaligus tanggung jawab dalam melestarikan budaya Batak.

“Upacara Hari Ulos menjadi suatu kebanggaan bagi masyarakat Batak. Budaya tersebut harus tetap dilestarikan dan dijaga. Masyarakat Samosir sudah sejak dulu mengenal dan memakai ulos. Kita harus mensyukuri dengan penuh sukacita dan gembira, termasuk mengenakan ulos sebagai kekayaan budaya yang kita miliki,” ujar Tunggul.

Ia mengajak seluruh ASN untuk tidak hanya mengenakan ulos pada momentum tertentu, tetapi turut menjaga keberadaan dan nilai-nilai budaya Batak agar tetap hidup serta dikenal oleh generasi mendatang.

Menurutnya, pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah dan masyarakat memiliki peran penting untuk memastikan warisan budaya yang telah diwariskan para leluhur tidak kehilangan tempat di tengah perkembangan zaman.

“Ulos adalah budaya dan kebanggaan kita. Mari kita pelihara kelestariannya dan terus kita wariskan kepada generasi berikutnya,” ajaknya.

Dalam kesempatan tersebut, Tunggul Sinaga yang sedang memasuki masa purna bakti juga menyampaikan pesan kepada seluruh ASN untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat. Ia mengajak setiap aparatur bekerja dengan sungguh-sungguh, memiliki komitmen dan senantiasa meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik, baik antarsesama ASN maupun dengan pimpinan. Menurutnya, keberhasilan dalam menjalankan roda pemerintahan tidak dapat dicapai secara sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama, kekompakan dan kontribusi seluruh pihak.

“Dua sampai tiga tahun ke depan, Kabupaten Samosir menjadi Kabupaten Idola. Kita harus menyiapkan diri, meningkatkan SDM. Kesuksesan seseorang tidak terlepas dari orang lain,” ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi semakin bermakna di tengah momentum purna bakti yang akan dijalani Tunggul. Setelah mengabdikan diri dalam pemerintahan, ia menitipkan semangat kepada generasi ASN berikutnya agar terus bekerja dengan penuh tanggung jawab dan menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai bagian utama dari pengabdian.

Ulos yang dikenakan para ASN menjadi pengingat bahwa kemajuan Samosir tidak harus meninggalkan akar budaya, melainkan dapat tumbuh dengan tetap menjaga jati diri dan warisan leluhur.

“Seluruh ASN harus mengabdi, tingkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mari kita capai kemajuan untuk Samosir yang kita cintai,” pungkas Tunggul. (id103)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement