Breaking News
Memuat breaking news...

Jalan Karo-Langkat Terancam Putus, DPRD Sumut Desak Perbaikan Segera

Redaksi
Redaksi
Rabu, 23 September 2026 - 9.06 AM WIB
Jalan Karo-Langkat Terancam Putus, DPRD Sumut Desak Perbaikan Segera
Salah satu ruas jalan provinsi jurusan Karo-Langkat yang mengalami amblas dan longsor di kawasan Kebun Durian, Desa Telagah, Kabupaten Langkat. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Anggota DPRD Sumatera Utara dari daerah pemilihan Karo, Dairi dan Pakpak Bharat, Salmon Sumihar Sagala SE, mendesak Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Sumut segera memperbaiki jalan provinsi jurusan Karo-Langkat yang mengalami amblas dan longsor di kawasan Kebun Durian, Desa Telagah, Kabupaten Langkat.

Salmon mengingatkan, kerusakan badan jalan yang semakin parah akibat tergerus aliran air tersebut berpotensi mengganggu arus transportasi dan bahkan memutus akses masyarakat apabila tidak segera ditangani.

“Ini menjadi warning bagi Pemprov Sumut dan Pemkab Langkat. Jangan sampai arus transportasi terputus dan masyarakat terisolasi,” tegas Salmon kepada wartawan melalui telepon dari Kabanjahe, Selasa (22/9), saat melaksanakan kegiatan reses di Kabupaten Karo.

Menurut Salmon, badan jalan di lokasi tersebut telah mengalami amblas dan longsor sejak beberapa bulan lalu. Namun, kondisinya kini semakin memburuk sehingga pengguna jalan harus ekstra hati-hati, khususnya pengendara kendaraan roda empat.

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, kerusakan jalan tersebut sebenarnya telah mendapat perhatian pemerintah daerah. Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti juga telah meninjau langsung lokasi jalan yang mengalami kerusakan.

Meski demikian, Salmon menyebut hingga kini belum terlihat adanya pekerjaan perbaikan permanen di lokasi. Kondisi itu dikhawatirkan membahayakan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut, termasuk anak-anak sekolah.

“Jalan ini merupakan akses penting bagi masyarakat. Kalau terus dibiarkan dan kondisinya semakin parah, tentu risikonya semakin besar,” katanya.

Selain mengancam keselamatan pengguna jalan, kerusakan tersebut juga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan Karo-Langkat. Jalur ini digunakan untuk mobilitas warga maupun distribusi berbagai kebutuhan dan hasil pertanian, sehingga gangguan akses dapat berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

Salmon meminta pemerintah melakukan penanganan dengan memperhitungkan kondisi geografis dan aliran air di sekitar badan jalan. Menurutnya, apabila sumber gerusan air tidak ditangani secara menyeluruh, perbaikan badan jalan dikhawatirkan kembali mengalami kerusakan ketika terjadi hujan deras.

Karena belum mendapat penanganan permanen, masyarakat Desa Telagah dan sekitarnya bahkan berinisiatif bergotong royong membuat jembatan darurat menggunakan batang pohon kelapa. Jembatan tersebut dibuat agar akses kendaraan roda empat masih dapat dilalui.

Salmon mengapresiasi kepedulian masyarakat yang bergotong royong menjaga akses transportasi sekaligus mengantisipasi kecelakaan di lokasi tersebut.

“Kita salut kepada masyarakat Desa Telagah dan sekitarnya yang masih memiliki rasa peduli dan kemanusiaan. Mereka kompak bergotong royong memperbaiki badan jalan yang longsor guna menghindari jatuhnya korban,” ujarnya.

Namun, Salmon menegaskan, jembatan darurat yang dibangun secara swadaya tidak dapat dijadikan solusi permanen. Pemerintah, khususnya Dinas BMBKCK Sumut, harus segera melakukan penanganan secara menyeluruh.

Sistem Pengamanan

Ia meminta perbaikan tidak hanya sebatas menutup bagian jalan yang amblas, tetapi juga memperkuat struktur badan jalan serta membangun sistem pengamanan terhadap gerusan air agar kerusakan serupa tidak kembali terjadi.

“Kita berharap ada gerak cepat dari Dinas BMBKCK Sumut melakukan penanganan terhadap badan jalan yang amblas, termasuk memperkuat struktur jalan dan mengantisipasi kembali terjadinya longsor akibat gerusan air, agar akses Karo-Langkat segera teratasi,” tegasnya.

Mantan anggota DPRD Karo itu juga mengingatkan pemerintah agar tidak menunggu hingga jalan putus total dan masyarakat terisolasi baru kemudian melakukan perbaikan.

“Jangan menunggu jalan tersebut sampai putus total dan masyarakat terisolasi baru diperbaiki. Saatnya dilakukan pembangunan dan perawatan secara berkala setiap tahun, karena sejak jalan provinsi ini dibangun, belum pernah dilakukan perbaikan dan pemeliharaan yang memadai,” pungkasnya. (id142)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement