Breaking News
Memuat breaking news...

Jalan Nasional Lawe Pakam-Tiga Binanga Rusak Parah, Pengendara Waswas

Redaksi
Redaksi
Rabu, 14 Oktober 2026 - 9.53 AM WIB
Jalan Nasional Lawe Pakam-Tiga Binanga Rusak Parah, Pengendara Waswas
Ruas jalan berlubang tergenang banjir di kawasan sebelum tiga binaga. Waspada/Seh Muhammad Amin
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

KUTACANE (Waspada.id): Ruas Jalan Nasional Lawe Pakam, Kabupaten Aceh Tenggara, hingga Tiga Binanga, Kabupaten Karo, rusak parah dan rawan kecelakaan.

Pantauan Waspada.id di lapangan, banyak titik aspal terkelupas dan berlubang. Saat hujan, lubang tertutup genangan sehingga tidak terlihat pengendara. Di beberapa titik juga rawan terjadi longsor yang menutupi badan jalan.

Al-Iman, pengendara roda empat, mengatakan kondisi itu sangat membahayakan. Padahal, jalan tersebut sangat vital bagi perekonomian masyarakat.

"Jalan nasional ini urat nadi kami untuk mengangkut hasil pertanian dari Aceh Tenggara ke Sumatera Utara dan sebaliknya," ujarnya dengan nada prihatin, Rabu (14/10).

Menurut dia, kerusakan terjadi karena parit tersumbat sehingga air hujan menggenang dan meresap ke badan jalan. Kondisi diperparah dengan banyaknya kendaraan berat yang melintas.

"Setiap melintas kami harus menghindari lubang. Sungguh membahayakan," katanya.

Ia berharap pemerintah daerah mengusulkan perbaikan kepada pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum.

"Jika jalan bagus, ekonomi masyarakat pasti tumbuh. Hasil tani dan kebun kami lebih mudah diangkut," harapnya.

Kecemasan serupa dirasakan Rudi, sopir angkutan Kutacane-Medan. Hampir setiap hari ia melintas di jalur tersebut.

"Jujur saya waswas, apalagi saat hujan, tepatnya sebelum Tiga Binanga. Khawatir terjebak longsor," ucapnya lirih.

Meski dihantui rasa cemas, ia tetap harus melintas demi keluarga.

"Sudah bertahun-tahun saya jadi sopir. Dari sinilah saya mencari nafkah untuk anak istri. Kami hanya berharap pemerintah pusat mendengar keluhan kami," katanya.(id80)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement