Breaking News
Memuat breaking news...

Jalan Warisan Kolonial Belanda di Abdya Akhirnya Diaspal

Redaksi
Redaksi
Selasa, 25 Agustus 2026 - 8.53 PM WIB
Jalan Warisan Kolonial Belanda di Abdya Akhirnya Diaspal
Peningkatan Jalan Alue Peunawa, Kecamatan Babahrot, Abdya, warisan zaman kolonial Belanda, mulai dikerjakan, Selasa (25/8).Waspada.id/Syafrizal
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

BLANGPIDIE (Waspada.id): Setelah puluhan tahun menjadi akses warga dalam kondisi seadanya, Jalan Alue Peunawa di Kecamatan Babahrot, Aceh Barat Daya (Abdya), akhirnya mulai berlapis aspal hotmix.

Ruas jalan sepanjang sekitar 800 meter, yang disebut telah dibuka sejak zaman kolonial Belanda tersebut, selama bertahun-tahun belum pernah mendapatkan pengaspalan. Kondisinya yang rusak, berbatu dan berlumpur, kerap menjadi keluhan masyarakat.

Kini, penantian panjang itu mulai berakhir. Pemerintah Kabupaten Abdya melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai mengerjakan peningkatan ruas Jalan Alue Peunawa, pada tahun anggaran 2026 ini.

Kepala Dinas PUPR Abdya, Rahwadi ST Selasa (25/8) mengatakan, pembangunan jalan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah, memperkuat infrastruktur dan konektivitas masyarakat.

Untuk tahap awal, Pemkab Abdya mengalokasikan anggaran sekitar Rp900 juta, untuk menangani ruas jalan sepanjang lebih dari 400 meter. “Pekerjaannya sudah dimulai beberapa hari lalu. Untuk tahun ini sekitar 400 meter lebih yang kita tangani,” kata Rahwadi.

Ia menjelaskan, pembangunan dilakukan secara bertahap, sesuai kemampuan fiskal daerah. Pemerintah daerah menargetkan, penanganan dapat dilanjutkan, hingga seluruh ruas jalan yang menjadi akses utama masyarakat Alue Peunawa dapat ditingkatkan.

Menurut Rahwadi, pengaspalan jalan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi bagian dari upaya membuka akses ekonomi dan pelayanan masyarakat.

Jalan Alue Peunawa selama ini menjadi jalur penting bagi warga menuju pusat Kecamatan Babahrot. Ruas tersebut juga digunakan petani untuk mengangkut hasil produksi, pedagang membawa barang dagangan, serta anak-anak dan santri menuju tempat pendidikan. “Jalan yang baik akan memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi hasil pertanian dan perdagangan, sekaligus mendukung akses pendidikan serta pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Tokoh masyarakat Alue Peunawa Tgk Fahmi Jauhari, yang akrab disapa Abuwa Fahmi mengatakan, kondisi jalan tersebut telah lama menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat.

Pengasuh 'Padepokan Kopi Pahit Ek Soh ' PWI Abdya itu menyebutkan, permukaan jalan yang masih berupa material tanah dan batu, membuat warga harus menghadapi kondisi berbeda, setiap musim.

Saat kemarau, kendaraan yang melintas menimbulkan debu tebal, hingga mengganggu rumah warga di sepanjang jalan. Ketika hujan, sejumlah bagian jalan berubah menjadi licin dan berlumpur. “Kalau musim kemarau, debunya sangat mengganggu. Saat hujan, jalan menjadi licin dan berlumpur sehingga kendaraan sulit melintas,” kata Fahmi.

Menurutnya, kondisi jalan juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Selain menjadi jalur aktivitas warga, jalan tersebut juga merupakan akses menuju Pesantren Nurussalam, serta jalur yang digunakan anak-anak untuk menuju sekolah, yang berada di luar Gampong.

Karena itu, Abuwa Fahmi menyambut baik dimulainya pembangunan jalan tersebut. Ia berharap, pengaspalan tidak berhenti pada tahap awal dan dapat diteruskan hingga seluruh ruas selesai. “Kami sangat bersyukur, karena jalan yang sudah lama menjadi harapan masyarakat, akhirnya mulai diaspal. Mudah-mudahan pembangunan dilanjutkan sampai tuntas,” harapnya.

Keuchik Alue Peunawa, Idris Adami, turut mengapresiasi langkah Pemkab Abdya, yang mulai merealisasikan pembangunan ruas jalan tersebut.

Menurutnya, pengaspalan akan memberikan perubahan besar terhadap aktivitas masyarakat, terutama dalam memperlancar transportasi dan perekonomian warga. “Alhamdulillah, usulan kami mendapat perhatian pemerintah daerah dan sekarang sudah mulai direalisasikan. Kami berterima kasih atas pembangunan jalan ini,” ujar Idris.

Ia berharap pemerintah, dapat melanjutkan pembangunan pada tahap berikutnya, sehingga seluruh ruas jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat, benar-benar dapat menikmati jalan yang layak.

Bagi warga Alue Peunawa, pengaspalan jalan tersebut menjadi lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur. Setelah puluhan tahun melintasi jalan yang diwariskan dari masa kolonial, masyarakat kini mulai menikmati perubahan, menuju akses yang lebih aman, nyaman dan mendukung aktivitas ekonomi mereka.(id82)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement