Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Jambret Nyaru Ojol Diringkus, Beraksi 47 Kali di Medan Tuntungan

Redaksi
Redaksi
Jumat, 30 Oktober 2026 - 8.41 PM WIB
Jambret Nyaru Ojol Diringkus, Beraksi 47 Kali di Medan Tuntungan
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id): Satreskrim Polrestabes Medan meringkus seorang jambret, yang sudah 47 kali beraksi dalam 4 bulan terakhir. Dalam setiap aksinya, pelaku kerap menyamar sebagai pengemudi ojek online, lengkap dengan atribut yang melekat di badannya.

Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Rizky Lubis, SIK, MH, Jumat (30/10) sore mengungkapkan, aksi terakhir pelaku dilakukan pada 8 oktober lalu, dengan korban saat itu seorang Hakim yang bertugas di PN Medan.

Korban, SS, 58, warga Jalan Bunga Cempaka, dijambret saat berjalan kaki seorang diri di Jalan Stela, Kec.Medan Tuntungan. Korban, kehilangan tas berisi laptop.

“Pelaku DS, 35, warga Jalan Flamboyan. Hasil pemeriksaan sudah beraksi sebanyak 47 kali. Aksi itu, dilakukan dalam kurun waktu Juni hingga akhir September. Pelaku kami tangkap di seputaran tempat tinggalnya, dan terpaksa kami berikan tindak tegas terukur karena melawan saat ditangkap,” ungkap Adrian.

Dalam setiap aksinya, pelaku kerap menyamar sebagai pengemudi ojek online. Pelaku, mengenakan jaket ojol, dan kemudian berpura - pura menanyakan alamat kepada korban.

“Saat korban lengah inilah, pelaku menjalankan aksinya dengan merampas tas yang dikenakan korban,” tambah Adrian.

Hasil pemeriksaan, pelaku kerap beraksi seorang diri. Pelaku, juga beroperasi khusus di kawasan Medan Tuntungan, dan kerap menjadikan wanita sebagai targetnya.

“Pelaku merupakan solo fighter, hanya beraksi seorang diri tanpa ada teman. Pelaku ini, juga khusus beraksi di kawasan Medan Tuntungan yang merupakan kawasan tempat tinggalnya,” ungkap Adrian.

Pelaku, kini terancam dipenjara selama 12 tahun, karena dijerat dengan Pasal 479 ayat 2 Undang - Undang Nomor 1 tahun 2023 KUHP, tentang pencurian yang disertai dengan tindak kekerasan.

“Pelaku kita jerat dengan pasal tentang pencurian yang disertai dengan tindak kekerasan, ancamannya 12 tahun penjara,” pungkas Adrian.(id88)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement