Breaking News
Memuat breaking news...

Jasa Tolak Wan Malaya Sebagai Ketua PA: Kami Tidak Ingin Partai Aceh Hancur

Redaksi
Redaksi
Jumat, 31 Juli 2026 - 10.50 AM WIB
Jasa Tolak Wan Malaya Sebagai Ketua PA: Kami Tidak Ingin Partai Aceh Hancur
Pengurus Jaringan Aneuk Syuhada (JASA) Nagan Raya.(Waspada.id/Ist)
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

NAGAN RAYA (Waspada.id): Jaringan Aneuk Syuhada (JASA) Kabupaten Nagan Raya secara resmi menyatakan penolakan tegas terhadap sosok Samsuar atau yang akrab disapa Wan Malaya, untuk ditunjuk memimpin Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh di kabupaten tersebut.

Demikian kata Ketua JASA Nagan Raya, Said Asil Laut Tawar, usai menggelar musyawarah bersama seluruh keluarga besar aliansi pengurus JASA kepada Wartawan, Jumat (31/7)

Said Asil menegaskan bahwa seluruh lapisan Aneuk Syuhada maupun eks kombatan GAM di Nagan Raya tidak akan kembali memberikan dukungan kepada Wan Malaya. Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi rekam jejak kepemimpinan sebelumnya yang dinilai gagal membawa kemajuan bagi partai.

"Kita tidak ingin Partai Aceh (PA) di Nagan Raya hancur dan ditinggalkan pemilih yang selama ini cukup loyal dan setia di barisan perjuangan grunareeh. Seluruh Aneuk Syuhada dan eks kombatan tidak bakal kembali mendukung Wan Malaya yang pernah gagal memimpin Partai Aceh," tegas Said.

Ia menekankan bahwa Partai Aceh sejatinya partai ideologis dengan visi dan misi perjuangan yang mulia, bukan wadah untuk mencari penghidupan atau memperkaya diri sendiri. Maka dari itu, estafet kepemimpinan harus diserahkan kepada figur yang mampu menjaga marwah perjuangan serta soliditas basis massa

Empat Alasan Penolakan

Penolakan ini juga didasarkan pada evaluasi objektif sebagaimana tertuang dalam Surat Pernyataan Sikap DPW JASA Nagan Raya yang ditujukan kepada Ketua Umum DPA Partai Aceh, Mualem Muzakir Manaf. Dalam surat tersebut, JASA menjelaskan empat poin krusial mengapa Wan Malaya dianggap tidak layak

1. Kegagalan Elektoral di bawah kepemimpinan Wan Malaya sebelumnya, Partai Aceh di Nagan Raya mengalami kemunduran signifikan. Perolehan suara dan kursi di DPRD Kabupaten (DPRK) merosot tajam dari 5 kursi yang saat itu menempatkan PA sebagai ketua DPRK turun menjadi hanya 3 kursi. JASA menilai ini bukti nyata lemahnya manajemen struktural.

2. Bukan Eks Kombatan : JASA menyoroti latar belakang kandidat yang tidak merepresentasikan eks kombatan, padahal Partai Aceh lahir dari rahim perjuangan bersenjata.

3. Ingkar Janji Kantor Permanen: Selama lima tahun kepemimpinannya, Wan Malaya berjanji akan mendirikan kantor partai permanen. Namun ironisnya, hingga akhir jabatan, sekretariat PA masih menempati bangunan rumah pribadi milik Wan Malaya dengan status sewa yang harus dibayar setiap tahun menggunakan anggaran partai.

4. Minim Transparansi Anggaran : Kepemimpinan Wan Malaya juga dinilai kurang transparan dalam mekanisme pengelolaan dana partai. Banyak kader yang mempertanyakan keterbukaan pengelolaan anggaran selama masa jabatannya.

5. Menyelamatkan Masa Depan PA di Bumi Rameune

Melalui pernyataan resminya, DPW JASA Nagan Raya menyatakan menolak sekeras-kerasnya untuk menunjuk kembali kepemimpinan Wan Malaya demi menyelamatkan masa depan Partai Aceh di Bumi Rameune.

JASA Nagan Raya berharap Ketua Umum DPP Partai Aceh, H. Muzakir Manaf agar dapat mempertimbangkan aspirasi basis ini. Tujuannya agar Partai Aceh tetap solid dan tidak terfragmentasi akibat kesalahan penempatan figur kepemimpinan di tingkat kabupaten, tutup Ketua JASA Nagan Raya Said Asil Laut Tawar. (id83)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement