Jejak Pengetahuan Maestro Kecapi Oloh Tanah Gayo Diabadikan

LANGSA (Waspada.id): Upaya melestarikan pengetahuan tradisional masyarakat Dataran Tinggi Tanah Gayo, dosen Universitas Samudra melakukan kegiatan Dokumentasi Karya Pengetahuan Maestro Kecapi Oloh yang berlangsung pada April–September 2026.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Program Dana Indonesiana bersama LPDP.
Kegiatan tersebut diketuai Muhammad Yakob bersama anggota tim Baihaqi, Adi Bejo Suwardi, Imam Hadi Sutrisno, Zidni Ilman Navia, Imran serta Albian Mubarak ini secara khusus mendokumentasikan pengetahuan dan keterampilan Subhan Hakim, maestro kecapi oloh asal Desa Kuala II, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah.

Universitas Samudra melakukan kegiatan Dokumentasi Karya Pengetahuan Maestro Kecapi Oloh di Dataran Tinggi Tanah Gayo. Waspada.id/ist
Muhammad Yakob kepada wartawan, Selasa (15/09/2026) mengatakan, Kecapi Oloh merupakan bagian dari ekspresi budaya masyarakat Gayo yang tidak hanya berkaitan dengan seni pertunjukan, tetapi juga menyimpan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, dan nilai budaya yang diwariskan antargenerasi.
"Dokumentasi dilakukan untuk menjaga agar pengetahuan tersebut tetap terdokumentasi dan dapat dipelajari oleh generasi mendatang," sebutnya.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan terdiri atas tiga tahapan utama, yaitu pra-produksi, produksi, dan diseminasi hasil. Tahap pra-produksi mencakup koordinasi, identifikasi maestro, penentuan materi dokumentasi, penyusunan konsep, serta persiapan teknis.
"Tahap produksi dilakukan melalui wawancara dan perekaman audio-visual yang mendokumentasikan karya serta pengetahuan Subhan Hakim sebagai maestro kecapi oloh. Materi yang diperoleh kemudian diolah dan disunting menjadi produk dokumentasi yang dapat dimanfaatkan sebagai arsip dan sumber pembelajaran budaya. Tahap terakhir berupa diseminasi hasil kepada masyarakat," tambahnya.
Diutarakan Muhammad Yakob lagi, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan hasil dokumentasi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai keberadaan dan pentingnya menjaga pengetahuan tradisional kecapi oloh.

Diutarakan Ketua tim, Muhammad Yakob lagi, dokumentasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai arsip, tetapi dapat menjadi sumber pengetahuan yang terus dimanfaatkan.
“Dokumentasi ini diharapkan tidak hanya menjadi arsip, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan yang dapat dipelajari oleh generasi muda dan masyarakat sehingga pengetahuan tentang kecapi oloh tetap hidup dan berkelanjutan,” kata Muhammad Yakob.
Melalui dukungan Dana Indonesiana dan LPDP, kegiatan ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap upaya pemajuan kebudayaan Indonesia, khususnya dalam menjaga keberadaan pengetahuan tradisional masyarakat Dataran Tinggi Tanah Gayo.
"Hasil dokumentasi juga diharapkan menjadi rekam budaya yang bernilai bagi masyarakat, generasi muda, dan peneliti dalam memahami serta melestarikan budaya Gayo," imbuhnya. (Id74)














Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda