Breaking News
Memuat breaking news...

Jelang Kesepakatan Damai Iran-AS, IHSG dan Rupiah Dibuka Menguat

Redaksi
Redaksi
Kamis, 6 Agustus 2026 - 9.42 AM WIB
Jelang Kesepakatan Damai Iran-AS, IHSG dan Rupiah Dibuka Menguat
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

MEDAN (Waspada.id): Rencana kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) mulai memberikan sentimen positif bagi pasar keuangan global. Kondisi tersebut turut mendorong penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah pada awal perdagangan, seiring meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Pengamat Ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin mengatakan, kabar mengenai Iran dan Oman yang tengah menyusun pengaturan pelayaran komersial di Selat Hormuz, serta peluang tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan AS dalam waktu dekat, menjadi faktor utama yang membangkitkan optimisme investor.

"Pelaku pasar saat ini merespons positif peluang terciptanya perdamaian. Jika kesepakatan benar-benar terealisasi, maka risiko gangguan pasokan energi global akan berkurang dan sentimen di pasar keuangan akan semakin membaik," ujar Gunawan, Kamis (6/8).

Ia menjelaskan, harga minyak mentah dunia masih bergerak melemah dan diperdagangkan di bawah level US$80 per barel. Pergerakan tersebut mencerminkan sikap pelaku pasar yang masih memilih menunggu kepastian hasil negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat.

Di pasar domestik, IHSG pada pembukaan perdagangan tercatat menguat ke level 6.379. Sementara itu, nilai tukar rupiah juga terapresiasi ke posisi Rp17.915 per dolar AS, didukung melemahnya indeks dolar Amerika Serikat (USD Index) yang turun ke kisaran 99,6.

Menurut Gunawan, pelemahan dolar AS menjadi ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk melanjutkan penguatan sepanjang sentimen global tetap kondusif.

"Selama tidak muncul sentimen negatif baru, baik dari perkembangan geopolitik maupun data ekonomi global, IHSG dan rupiah berpeluang tetap bergerak di zona hijau hingga penutupan perdagangan," katanya.

Gunawan memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.900 hingga Rp17.970 per dolar AS, sedangkan IHSG berpotensi diperdagangkan di kisaran 6.330 hingga 6.390 sepanjang sesi perdagangan.

Di sisi lain, harga emas dunia tercatat menguat tipis ke level sekitar US$4.154 per ons, dengan harga emas di dalam negeri masih berada di kisaran Rp2,4 juta per gram. Menurut Gunawan, logam mulia masih memperoleh dukungan dari meningkatnya minat investor terhadap aset aman, meski tensi geopolitik di Timur Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. (id09)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement