Breaking News
Memuat breaking news...

Jelang Merdang Merdem Medan, Keturunan Guru Patimpus Ziarah ke Makam Leluhur

Redaksi
Redaksi
Selasa, 13 Oktober 2026 - 4.51 PM WIB
Jelang Merdang Merdem Medan, Keturunan Guru Patimpus Ziarah ke Makam Leluhur
Peringatan Kerja Tahun Merdang Merdem Kota Medan pada 17 Oktober 2026. Waspada.id/ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

MEDAN (Waspada.id): Menjelang pelaksanaan Kerja Tahun Merdang Merdem Kota Medan pada 17 Oktober 2026, keluarga keturunan Guru Patimpus Sembiring Pelawi bersama panitia menggelar serangkaian kegiatan untuk mengenang jasa pendiri Kota Medan tersebut.

Rangkaian kegiatan diawali dengan mengantar bunga ke makam Guru Patimpus Sembiring Pelawi di Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, dilanjutkan dengan mengantar bunga ke Tugu Guru Patimpus di kawasan Petisah, Medan, Rabu (14/10).

Cucu Guru Patimpus, Sidarta Sembiring Pelawi MBA, (foto), mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Merdang Merdem yang mengangkat nilai sejarah, budaya, dan tradisi masyarakat Karo.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin mengingatkan kembali jasa Guru Patimpus Sembiring Pelawi sebagai pendiri Kota Medan sekaligus memperkenalkan sejarah dan budaya Karo kepada generasi muda,” ujar Sidarta kepada wartawan, Selasa (13/10).

Setelah ziarah dan mengantar bunga, rombongan dijadwalkan bertemu Sultan Deli di Istana Maimun. Selanjutnya, pada 15 Oktober, rombongan bertemu Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen Tarigan dan anggota DPRD Sumut Hasyim Wijaya.

Pada 16 Oktober, panitia dijadwalkan bertemu Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas, kemudian meninjau persiapan lokasi acara di Lapangan Benteng. Setelah puncak Merdang Merdem pada 17 Oktober, rangkaian kegiatan dilanjutkan ke Desa Ajijahe dan Berastagi pada 18 Oktober.

Sidarta mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan peran Guru Patimpus Sembiring Pelawi yang, menurut sejarah keluarga, datang dan membuka kawasan hutan untuk mendirikan Kuta Medan sekitar pertengahan abad ke-16. Guru Patimpus juga dikaitkan dengan keberadaan Rumah Madan atau Sapo-Sapo, yang digunakan sebagai pondok pengobatan tradisional.

Menurutnya, Merdang Merdem bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk menghormati leluhur sekaligus mewariskan nilai sejarah dan tradisi kepada generasi penerus.

Libatkan Keturunan dan Anak Beru

Pelaksanaan Merdang Merdem tahun ini melibatkan garis keturunan Guru Patimpus Sembiring Pelawi bersama Anak Beru se-Sumatera Utara. Wali Kota Medan Rico Waas bertindak sebagai Dewan Pembina, sedangkan Sidarta Sembiring Pelawi sebagai Dewan Penasihat.

Freddy Sembiring Pelawi bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan, sementara Datoq Adil Freddy Haberham Sembiring Pelawi menjadi ketua panitia bersama seluruh jajaran kepanitiaan.

Panitia berharap perayaan tahun ini berlangsung sakral sesuai nilai budaya dan tradisi Karo, sekaligus meriah sebagai bentuk penghormatan kepada Guru Patimpus Sembiring Pelawi.

Sidarta mengundang masyarakat Kota Medan yang majemuk, khususnya generasi muda, serta keluarga besar Sembiring Pelawi dari berbagai wilayah untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Undangan juga ditujukan kepada empat kelompok Kalimbubu Sierkimbang, yakni Merga Sinuhaji Rumah Julu Ajijahe Aji Siempat, Sinuhaji Ajijahe Rumah Jahe, Bangun Pernampean Batu Karang Perbaji, serta Tarigan Silangit Desa Lama Amparen Pirak, Delitua, Deliserdang.

Keempat kelompok tersebut merupakan keluarga Kalimbubu yang berkaitan dengan garis keturunan istri-istri Guru Patimpus Sembiring Pelawi.

Puncak acara Merdang Merdem Kota Medan akan digelar di Lapangan Benteng, Jalan Pengadilan No. 1, Medan, pada Sabtu (17/10), mulai pukul 08.30 hingga 24.00 WIB. Kegiatan terbuka untuk umum.

Panitia berharap perayaan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal sejarah Kota Medan, memperkuat persaudaraan, serta menjaga keberlangsungan budaya Karo di tengah kehidupan masyarakat yang multietnis. (wsp.id)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement