Jelang Nataru, Pemkab Toba Siapkan Gerakan Pangan Murah di Seluruh Kecamatan


TOBA (Waspada.id): Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Koperin) menyiapkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Kepala Dinas Koperin Kabupaten Toba, Sofian H.H. Sitorus, didampingi Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Jhon H. Gultom, mengatakan bahwa secara umum kondisi harga dan ketersediaan bahan pangan di Kabupaten Toba masih relatif terkendali, meskipun sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga.
“Secara umum tidak ada gejolak yang besar. Memang ada sedikit kenaikan harga dan itu rutin kita bahas,” ujar Sofian saat diwawancarai, Rabu (21/10).
Ia menjelaskan bahwa pemantauan harga kebutuhan pokok dilakukan setiap hari. Evaluasi juga dilaksanakan secara rutin setiap Selasa, terutama untuk memantau perkembangan harga beras serta komoditas pangan lainnya.
Sebagai langkah antisipasi menghadapi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang hari besar keagamaan, Dinas Koperin telah merencanakan pelaksanaan GPM secara berkala hingga Desember mendatang.
Adapun komoditas yang disiapkan meliputi beras, minyak goreng, telur, tepung, dan gula. Selain itu, sejumlah produk pertanian seperti bawang, cabai, dan tomat juga diupayakan tersedia melalui koordinasi dengan instansi terkait.
Sofian menyebutkan bahwa pelaksanaan GPM direncanakan menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Toba. Jadwal kegiatan yang sebelumnya telah disusun masih perlu disesuaikan dengan agenda pelaksanaan kegiatan serupa dari instansi lain.
“Kemungkinan minggu depan kita mulai. Jadwalnya akan kita sesuaikan, tetapi kita pastikan seluruh kecamatan mendapat giliran pelaksanaan Gerakan Pangan Murah,” katanya.
Tekan Kenaikan Harga
Menurut Sofian, GPM tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga menjadi salah satu upaya pemerintah daerah mengendalikan inflasi menjelang Nataru.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah memfasilitasi penjualan bahan pangan langsung dari sumbernya sehingga harga dapat ditekan tanpa mengambil keuntungan.
“Kita mencoba memfasilitasi dari sumbernya. Berapa harga dari sumbernya, itu yang kita harapkan menjadi harga jual. Kita tidak mengambil profit,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa hasil pemantauan harga harian akan menjadi salah satu dasar untuk menentukan komoditas yang membutuhkan intervensi pemerintah. Dengan demikian, pelaksanaan GPM dapat diarahkan pada kebutuhan masyarakat dan komoditas yang mengalami kenaikan harga.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Dinas Koperin juga telah menyiapkan anggaran serta menjalin kerja sama dengan Perum Bulog dan pihak terkait dalam penyediaan produk pangan yang akan dipasarkan.
Sofian berharap langkah tersebut dapat membantu menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus mengurangi tekanan inflasi di Kabupaten Toba menjelang akhir tahun.
Ia juga mengimbau masyarakat agar mengikuti informasi jadwal pelaksanaan GPM yang nantinya disampaikan secara berjenjang melalui camat hingga kepala desa.
Perketat Pengawasan Pangan
Selain menjaga stabilitas harga, Dinas Koperin Kabupaten Toba turut melakukan pengawasan terhadap peredaran barang dan produk pangan di pasaran.
Sofian mengatakan bahwa pengawasan dilakukan melalui koordinasi dengan sejumlah instansi, di antaranya Polres, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Toba.
Meski demikian, ia menilai keterlibatan masyarakat juga penting untuk membantu pemerintah mengawasi peredaran produk yang diduga tidak layak atau bermasalah.
“Kami sangat mengharapkan kerja sama seluruh masyarakat. Bisa jadi ada hal-hal yang luput dari pengawasan kami. Kalau ada yang dicurigai tidak tepat atau sudah tidak layak, segera informasikan kepada camat atau pihak terkait agar bisa segera kami tindak lanjuti,” ujarnya.
Ia berharap, melalui pemantauan harga, pelaksanaan GPM, serta pengawasan bersama, kebutuhan pangan masyarakat Kabupaten Toba menjelang Natal dan Tahun Baru dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau dan kualitas produk yang tetap terjaga. (id52)
Berita Terkait












































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda