Breaking News
Memuat breaking news...

Jembatan Natam Putus, Warga Darul Hasanah Harus Bayar Rp30 Ribu untuk Menyeberang

Redaksi
Redaksi
Kamis, 29 Oktober 2026 - 9.57 AM WIB
Jembatan Natam Putus, Warga Darul Hasanah Harus Bayar Rp30 Ribu untuk Menyeberang
Camat Darul Hasanah, Hayadun SP. Waspada.id/Seh Muhammad Amin
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

KUTACANE (Waspada.id): Sudah berminggu ribuan warga di Kecamatan Darul Hasanah harus berjuang hanya untuk bisa menyeberang. Putusnya Jembatan Natam di Kecamatan Badar dan Jembatan Gantung Perintis Garuda Kumbang Jaya membuat akses mereka menuju pusat Kota Kutacane terputus.

Untuk sekadar membeli kebutuhan pokok, menjual hasil panen, bahkan untuk anak-anak berangkat sekolah, warga harus merogoh kocek Rp30.000 per orang untuk sekali jalan naik mobil angkut sewa dari jembatan Silayak atau jembatan Lawe Mengkudu Kecamatan Ketambe. Itu pun belum termasuk barang bawaan. Jika membawa jagung, karet, atau cokelat, ongkosnya bisa lebih mahal lagi.

"Kasihan kami, untuk naik ojek saja tanpa barang sudah Rp30 ribu per orang. Kami hanya ingin bisa lewat seperti dulu," keluh seorang warga dengan nada lirih.

Jembatan Natam Putus, Warga Darul Hasanah Harus Bayar Rp30 Ribu untuk Menyeberang

Keluhan serupa disampaikan Jainal, Maimunah, dan warga lainnya. Mereka berharap pemerintah pusat, provinsi, hingga Kabupaten Aceh Tenggara mendengar jeritan mereka.

Meski alat berat sudah bekerja membangun jembatan darurat, tingginya curah hujan membuat harapan itu kembali pupus. Debit air sungai yang kembali membesar menghanyutkan jembatan yang baru saja selesai dibangun.

"Semoga hujan tidak turun lagi, agar jembatan darurat bisa segera selesai. Hanya itu harapan kami," harap mereka.

Camat Darul Hasanah, Hayadun, SP, saat ditemui Waspada.id, Kamis (28/10), membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan upaya penutupan aliran sungai terus dilakukan meski debit air masih besar.

"Kemarin jembatan darurat sudah siap dan sore harinya sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Namun hujan kembali mengguyur, air meluap, jembatan akhirnya putus lagi," jelas Hayadun.

Saat ini, satu-satunya harapan warga adalah Jembatan Gantung Merah Putih Natam dan Mamas yang dibangun Kodim 0108/Agara. Jembatan itu dijaga ketat oleh anggota Posramil Darul Hasanah di kedua ujungnya untuk mengatur arus agar tidak kelebihan kapasitas.

Jembatan Natam Putus, Warga Darul Hasanah Harus Bayar Rp30 Ribu untuk Menyeberang

Akibatnya, antrean panjang tak terhindarkan. Anak-anak sekolah harus mengantre berjam-jam dan kerap terlambat masuk kelas. Aparatur Sipil Negara (ASN) pun kesulitan menjalankan tugas tepat waktu.

Dampak paling menyakitkan terasa di dapur warga. Harga kebutuhan pokok naik drastis, sementara harga hasil bumi anjlok karena harus memutar jauh melalui Jembatan Silyakh dan Jembatan Sendok di Kecamatan Ketambe.

Warga hanya bisa menunggu dengan cemas, berharap jembatan darurat dan jembatan belly yang dijanjikan pemerintah segera terwujud, agar mereka tidak lagi harus membayar mahal hanya untuk pulang ke rumah sendiri.(id80)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement