Breaking News
Memuat breaking news...
Advertisement

Jembatan Vokasi di Auditorium PNL: Mengantar Ribuan Talenta Lokal Menuju Pasar Kerja Global

Redaksi
Redaksi
Kamis, 5 November 2026 - 10.29 AM WIB
Jembatan Vokasi di Auditorium PNL: Mengantar Ribuan Talenta Lokal Menuju Pasar Kerja Global
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

Suasana di dalam Auditorium Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) mendadak riuh oleh energi muda. Ribuan pasang mata tampak fokus, beberapa sibuk merapikan kemeja formal mereka, sementara yang lain memegang map berisi lembaran Curriculum Vitae (CV) dengan penuh harap.

Di ruangan inilah, pada Rabu dan Kamis (4–5 November 2026), mimpi-mimpi lulusan baru bersinggungan langsung dengan realitas dunia industri.

Perhelatan bertajuk PNL Career Fair 2nd 2026 bukan sekadar bursa kerja biasa. Mengusung tema besar “Connecting Vocational Talent With Industry”, acara yang dimotori oleh UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan PNL ini menjelma menjadi ruang interaksi profesional.

Ia adalah sebuah manifesto nyata dari institusi pendidikan untuk memperkuat konektivitas talenta vokasi dengan dunia usaha, dunia industri (DUDI), hingga pemerintah.

Bagi PNL, ajang ini adalah jawaban atas sebuah tanggung jawab besar. Belum lama ini, kampus tersebut baru saja melepas 1.134 lulusan dalam prosesi Wisuda ke-37. Ribuan alumni baru ini ibarat mesin yang siap bergerak, namun mereka membutuhkan bahan bakar berupa kesempatan kerja yang nyata.

Saat membuka acara secara resmi, Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama PNL, Dr (C). Muhammad Arifai, S.E., M.Acc., Ak., CPTT., CIFRS., Ch.GFM., menekankan pentingnya transisi yang mulus dari bangku kuliah ke dunia profesi. Menurutnya, keberhasilan sebuah institusi tidak boleh berhenti saat toga wisuda dilepas.

"Pendidikan vokasi harus mampu menghadirkan keterhubungan yang nyata antara dunia pendidikan dan dunia industri. Karena itu, Career Fair bukan semata-mata mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membangun jejaring profesional, memahami kebutuhan industri, dan memperluas peluang pengembangan karier lulusan," ungkap Muhammad Arifai dengan nada optimistis.

Lebih dari Sekadar Lowongan Kerja

Berjalan mengitari stan-stan pameran, terlihat jelas bahwa ajang ini dirancang lebih mendalam. Di salah satu sudut, terlihat antrean para alumni yang memanfaatkan layanan konsultasi gratis.

Jembatan Vokasi di Auditorium PNL: Mengantar Ribuan Talenta Lokal Menuju Pasar Kerja Global

Di sana, mereka dibimbing untuk menyusun CV yang memikat, memperkuat profil profesional, hingga membedah strategi jitu menghadapi wawancara kerja yang menegangkan.

Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan PNL sekaligus Ketua Pelaksana, Dr (C). Zulkarnaini, S.E., M.Si., Ak., CA., CIFRS., CPTT., Ch.GFM., menjelaskan bahwa interaksi langsung ini sangat krusial. Industri tidak lagi sekadar mencari nilai di atas kertas, melainkan karakter dan kecakapan terapan.

“Career Fair ini kami hadirkan sebagai wadah yang memberikan manfaat konkret bagi alumni, khususnya lulusan baru yang sedang mempersiapkan transisi menuju dunia profesional. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh akses terhadap informasi lowongan pekerjaan, tetapi juga mendapatkan wawasan mengenai kompetensi dan kesiapan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja,” jelas Zulkarnaini.

Dukungan pun mengalir dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Tenaga Kerja Kota Lhokseumawe, Safriadi, S.STP., M.S.M., turut hadir memberikan suntikan motivasi. Di podium, ia mengingatkan para pencari kerja muda bahwa ijazah barulah langkah awal. Tantangan ketenagakerjaan saat ini kian kompleks akibat pergeseran teknologi dan tuntutan produktivitas.

“Memiliki ijazah merupakan sebuah capaian penting, tetapi dunia kerja juga menuntut kedisiplinan, etos kerja, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi. Karena itu, kesempatan seperti Career Fair harus dimanfaatkan secara optimal untuk mengenali kebutuhan industri sekaligus mempersiapkan kualitas diri agar mampu bersaing,” pesan Safriadi.

Ia juga membawa kabar baik mengenai komitmen Pemerintah Kota Lhokseumawe yang tengah menyiapkan pelatihan keterampilan vokasi bagi 1.500 warga lokal, sekaligus mendorong perusahaan-perusahaan di Lhokseumawe untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja setempat.

Tak lupa, ia menyelipkan pesan agar sebagian lulusan berani mengambil jalur alternatif yang tak kalah menantang: wirausaha produktif.

Menatap Horizon Global

Saat matahari mulai bergeser di langit Lhokseumawe, arus pengunjung di dalam auditorium tak kunjung surut. PNL Career Fair tahun ini sukses membuktikan bahwa paradigma pendidikan vokasi telah bergeser. Kampus tidak lagi berdiri sebagai menara gading yang terisolasi, melainkan telah bermutasi menjadi pabrik talenta yang adaptif dan responsif terhadap radar industri global.

Melalui sinergi erat antarpemangku kepentingan, PNL menegaskan kembali posisinya di garda depan. Dari ruang kelas menuju lantai industri, dari penguasaan kompetensi terapan menuju produktivitas nyata, dan dari talenta lokal Aceh menembus ketatnya persaingan pasar global—PNL kini telah selesai membangun jembatan kokoh itu, mengantar anak-anak didiknya melangkah mantap menuju masa depan. WASPADA.id

Maimun Asnawi, S.HI.,M.Kom.I

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement