Breaking News
Memuat breaking news...

Jonatan Christie Pebulutangkis Tunggal Ranking 1 Dunia

Redaksi
Redaksi
Selasa, 25 Agustus 2026 - 9.35 PM WIB
Jonatan Christie Pebulutangkis Tunggal Ranking 1 Dunia
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

JAKARTA (Waspada.id): Jonatan Christie resmi menduduki ranking satu dunia dalam daftar pengumuman peringkat terbaru BWF, Selasa (25/8). Jonatan naik dua tingkat ke urutan pertama dalam daftar pengumuman peringkat minggu ini. Jonatan mengoleksi 87.631 poin.

Di peringkat kedua, ada Christo Popov yang memiliki 87.002 poin. Artinya, Jonatan hanya punya keunggulan tipis 629 poin atas Christo Popov.

Selisih tipis bukan hanya ada antara Jonatan dengan Christo Popov. Hingga posisi keenam, selisih pemain terbilang sangat tipis.

Posisi keenam ditempati oleh Shi Yuqi. Shi Yuqi turun lima peringkat dan kehilangan status ranking satu dunia pekan ini.

Namun Shi Yuqi belum tertinggal jauh dari pemain-pemain di atasnya. Shi Yuqi mengoleksi 84.075 poin.

Catatan posisi nomor satu dunia ini makin menambah torehan prestasi Jonatan. Dalam kariernya, Jonatan sudah memenangkan Asian Games, Kejuaraan Asia, SEA Games, dan All England.

Dengan keberhasilan ini, Jonatan juga mengakhiri penantian panjang Indonesia kembali memiliki tunggal putra peringkat satu dunia. Sebelumnya, pebulutangkis Indonesia terakhir yang duduk di posisi nomor satu dunia adalah Taufik Hidayat. (id08/bwf)

Daftar Ranking Tunggal Putra

1. Jonatan Christie 87.631 poin

2. Christo Popov 87.002 poin

3. Kunlavut Vitidsarn 86.915 poin

4. Chou Tien Chen 86.580 poin

5. Anders Antonsen 85.405 poin

6. Shi Yuqi 84.705 poin

7. Alex Lanier 78.715 poin

8. Kodai Naraoka 76.530 poin

9. Victor Lai 76.465 poin

10. Li Shifeng 71.683 poin

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement