Breaking News
Memuat breaking news...

Jurnalis Senior Jarar Siahaan Kritik Penambahan Belasan Tenaga Ahli Kominfo Toba

Redaksi
Redaksi
Kamis, 30 Juli 2026 - 7.10 PM WIB
Jurnalis Senior Jarar Siahaan Kritik Penambahan Belasan Tenaga Ahli Kominfo Toba
Wartawan senior Jarar Siahaan. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size

TOBA (Waspada.id): Wartawan senior Jarar Siahaan, yang pernah jadi tenaga ahli jurnalistik di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Toba, mengkritik penambahan belasan orang tenaga ahli di Kominfo Toba.

Seperti diberitakan Waspada.id, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) kemarin (29/7/2026) antara Komisi A DPRD Kabupaten Toba dengan Aliansi Masyarakat Peduli Diseminasi Toba (AMPDT) dan sejumlah pejabat Pemkab Toba terungkap bahwa rekrutmen 13 tenaga ahli Dinas Kominfo pada 2025 dan 11 tenaga ahli pada 2026 dinilai kurang transparan, dan efektivitasnya pun dipertanyakan.

Terkait masalah ini, Waspada.id meminta tanggapan dari Jarar Siahaan, wartawan yang sudah berpengalaman 32 tahun sebagai reporter, redaktur, dan pemimpin redaksi di sejumlah media, antara lain redaktur Jawa Pos Group pada tahun 2000.

Dia mengkritik Dinas Kominfo Toba yang tidak dapat menjelaskan apa urgensinya menambah belasan orang tenaga ahli sejak tahun 2025, yang sebagian besar bukan penduduk Toba.

"Dari pengalaman saya dulu sebelum mengundurkan diri sebagai editor berita di Kominfo, sebenarnya tidak perlu penambahan hingga belasan orang," kata Jarar Siahaan, Kamis (30/7/2026) kepada Waspada.id.

Menurutnya, staf Kominfo dan beberapa tenaga ahli yang ada pun sudah memadai untuk mengerjakan peliputan kegiatan Bupati, Wakil Bupati, dan pembuatan konten visual. Kalaupun harus ditambah, cukup satu atau dua orang saja.

"Sekarang dengan banyaknya tenaga ahli, seyogianya Dinas Kominfo sudah rutin memproduksi liputan kegiatan Pemkab Toba, katakanlah tiap hari minimal 15 berita dan konten," ujarnya.

Yang perlu dicermati publik, katanya, apakah diseminasi informasi oleh Kominfo Toba makin banyak? Apakah kualitasnya juga meningkat?

"Ternyata dalam RDP kemarin, Aliansi mengungkap bahwa per 1 Juni 2026 hingga 29 Juli 2026, Kominfo Toba merilis sekitar 50 berita saja, atau hanya satu berita per hari," kata Jarar Siahaan, yang besertifikat kompetensi wartawan utama dari Dewan Pers.

Menurutnya, soal kuantitas dan mutu produksi berita ini penting dipertanyakan, karena para tenaga ahli di Kominfo, baik fotografer, videografer, desainer grafis, penulis, maupun redaktur, digaji untuk kualifikasinya.

Artinya, Jarar melanjutkan, mereka harus lebih terampil daripada PNS Kominfo dalam hal peliputan berita dan pembuatan konten visual, makanya disebut "tenaga ahli".

"Publik perlu terus mengawasi jangan sampai APBD Kabupaten Toba sia-sia digunakan untuk membayar tenaga ahli yang abal-abal dan tidak produktif," kata Jarar Siahaan, yang sekarang jadi redaktur eksekutif di Jawapos Jaringan Media Nusantara.

Ketika dihubungi Waspada.id lewat telepon selulernya, Plt.Kadis Kominfo mengaku sedang sibuk. "Aku sedang lagi di sini, itu aja terus kalian permasalahkan, itu terus kalian panjang-panjangkan pun," ujar Eston sembari menutup teleponnya.(id52)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik
No topics for this article yet.

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.
Berita Terkait
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement