Breaking News
Memuat breaking news...

Kabut Asap Ancam Kesehatan, Kapolres Abdya Ingatkan Warga Jangan Abai

Redaksi
Redaksi
Senin, 19 Oktober 2026 - 10.56 AM WIB
Kabut Asap Ancam Kesehatan, Kapolres Abdya Ingatkan Warga Jangan Abai
Kapolres Abdya AKBP Ade Gita Rachmadi B SH SIK MH. Senin (19/10).Waspada.id/Syafrizal
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

BLANGPIDIE (Waspada.id): Masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Penggunaan masker, pembatasan aktivitas di luar ruangan, hingga menjaga kualitas udara di dalam rumah, menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko paparan asap.

Kapolres Abdya, AKBP Ade Gita Rachmadi B SH SIK MH Senin (19/10) menegaskan, kabut asap bukan sekadar persoalan jarak pandang, melainkan ancaman kesehatan yang tidak boleh dianggap sepele. Partikel halus dalam asap, dapat masuk ke saluran pernapasan dan memperburuk kondisi kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam melindungi diri, merupakan bagian penting dari upaya pencegahan. Kewaspadaan tidak cukup hanya dilakukan ketika asap semakin pekat, atau tubuh mulai menunjukkan gejala gangguan kesehatan. “Keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan menunggu munculnya keluhan baru mengambil tindakan. Langkah pencegahan yang sederhana, apabila dilakukan secara disiplin, dapat membantu mengurangi risiko paparan kabut asap,” urai Kapolres Ade.

Kapolres Ade dalam pesan imbauan yang ditekankan dalam upaya perlindungan masyarakat tersebut mengingatkan, menghadapi kabut asap membutuhkan tanggung jawab bersama. Masyarakat diharapkan tidak mengabaikan kondisi udara, tetap mengikuti informasi resmi, serta segera mengambil langkah perlindungan, apabila paparan asap semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.

Diuraikan Kapolres Ade, langkah pertama gunakan masker yang sesuai. Ketika harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat disarankan menggunakan respirator N95, yang terpasang rapat untuk membantu menyaring partikel halus. Masker medis dapat menjadi alternatif, tetapi perlindungannya terhadap partikel asap halus lebih terbatas.

Kedua, batasi aktivitas di luar ruangan. Kurangi kegiatan fisik berat, khususnya ketika asap terlihat pekat atau kualitas udara memburuk. Anak-anak, lansia, ibu hamil dan penderita penyakit jantung atau paru-paru, perlu mendapat perhatian lebih.

Langkah ketiga lanjut Kapolres Ade, tutup pintu dan jendela saat udara luar tercemar. Upayakan ruangan tetap bersih dan hindari sumber polusi tambahan di dalam rumah, seperti asap rokok dan pembakaran sampah. Jika tersedia, gunakan penyaring udara yang sesuai.

Kemudian langkah keempat, penuhi kebutuhan cairan tubuh. Minum air putih secara cukup membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Namun, masyarakat perlu memahami bahwa, minum air tidak menggantikan perlindungan terhadap paparan partikel asap.

Kelima, jaga asupan makanan bergizi. Konsumsi buah, sayuran, dan makanan bergizi seimbang untuk mendukung daya tahan tubuh. Meski demikian, pola makan sehat bukan pengganti langkah utama, untuk mengurangi paparan asap.

Terakhir, segera cari pertolongan medis apabila mengalami gejala serius. Sesak napas, nyeri dada, batuk yang semakin berat, atau kondisi kesehatan yang memburuk memerlukan pemeriksaan segera di fasilitas kesehatan. Masyarakat tidak dianjurkan menunda pertolongan hanya karena menganggap keluhan tersebut sebagai dampak asap biasa.

Lebih jauh, Kapolres Ade mengajak seluruh elemen masyarakat, untuk saling mengingatkan dan meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan lingkungan. Informasi mengenai kondisi udara dan perkembangan kabut asap, hendaknya diperoleh dari sumber resmi, agar masyarakat dapat menentukan langkah perlindungan secara tepat.

Kewaspadaan tambahnya, bukanlah bentuk kepanikan, melainkan sikap rasional dalam menghadapi risiko. Masyarakat perlu mengenali bahaya, memahami langkah pencegahan dan bertindak tepat, sebelum gangguan kesehatan berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. "Dalam situasi kabut asap, perlindungan terbaik bukan sekadar menghindari asap ketika kondisinya memburuk, melainkan mengurangi paparan sejak dini," demikian Kapolres Ade Gita Rachmadi.(id82)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement