Breaking News
Memuat breaking news...

Kabut Asap Ancam Kesehatan, Warga Pidie Diminta Waspada

Redaksi
Redaksi
Kamis, 15 Oktober 2026 - 7.38 PM WIB
Kabut Asap Ancam Kesehatan, Warga Pidie Diminta Waspada
Apriadi, S.Sos., M.Si., Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pidie, menyampaikan imbauan kewaspadaan terhadap kabut asap dan risiko ISPA. Waspada.id/Ist
Eksklusif di WhatsApp
Dapatkan berita terkini langsung di layar HP Anda
Waspada+ Gabung
Reading Comfort
adjust the font size
Advertisement

SIGLI (Waspada.id): Di tengah kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Pidie, upaya menjaga kualitas udara tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran masyarakat untuk menghindari pembakaran sampah, membatasi aktivitas luar ruangan, dan melindungi kelompok rentan menjadi bagian penting dalam mencegah dampak kesehatan.

Asisten III Setdakab Pidie, yang juga Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pidie, Apriadi, S.Sos., M.Si., mengatakan, berdasarkan koordinasi dengan BMKG Blang Bintang, Aceh Besar, kondisi cuaca berkabut saat ini masih dinamis dengan jarak pandang berkisar 2–3 kilometer.

Menurut Apriadi, kabut asap tidak boleh dipandang semata-mata sebagai fenomena cuaca, tetapi juga sebagai potensi ancaman terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas sosial.

“Jarak pandang 2–3 kilometer bukan satu-satunya indikator keamanan. Risiko kesehatan juga dipengaruhi konsentrasi partikel pencemar yang terhirup. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sebelum muncul gangguan kesehatan,” ujar Apriadi.

Ia menyebutkan, titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Aceh Utara. Berdasarkan arah angin, asap yang menyelimuti sejumlah wilayah diduga merupakan kiriman dari Sumatera Selatan dan Kalimantan.

Apriadi menegaskan, masyarakat perlu berperan aktif mencegah pencemaran udara, terutama dengan tidak membakar sampah maupun melakukan pembakaran terbuka lainnya.

“Pembakaran terbuka hanya menambah beban pencemaran udara. Dalam situasi seperti ini, masyarakat harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, bukan justru memperburuk kondisi lingkungan,” tegasnya.

Untuk mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), warga disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat, menggunakan masker yang sesuai, serta menutup pintu dan jendela apabila asap masuk ke rumah. Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga dengan gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian khusus.

Jika mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan yang memburuk, masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis.

Apriadi juga mengingatkan masyarakat agar mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG Blang Bintang, Aceh Besar, sebagai dasar mengambil langkah antisipasi sesuai kondisi terkini. (Id69)

Ikuti WASPADA di Google Berita
Dapatkan berita terbaru langsung dari Google News.
Ikuti
Topik

Discussion

Bagikan pemikiran dan pendapat Anda

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

Berita Terkait

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement