Kabut Asap Ancam Kesehatan, Warga Pidie Diminta Waspada


SIGLI (Waspada.id): Di tengah kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Pidie, upaya menjaga kualitas udara tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran masyarakat untuk menghindari pembakaran sampah, membatasi aktivitas luar ruangan, dan melindungi kelompok rentan menjadi bagian penting dalam mencegah dampak kesehatan.
Asisten III Setdakab Pidie, yang juga Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pidie, Apriadi, S.Sos., M.Si., mengatakan, berdasarkan koordinasi dengan BMKG Blang Bintang, Aceh Besar, kondisi cuaca berkabut saat ini masih dinamis dengan jarak pandang berkisar 2–3 kilometer.
Menurut Apriadi, kabut asap tidak boleh dipandang semata-mata sebagai fenomena cuaca, tetapi juga sebagai potensi ancaman terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas sosial.
“Jarak pandang 2–3 kilometer bukan satu-satunya indikator keamanan. Risiko kesehatan juga dipengaruhi konsentrasi partikel pencemar yang terhirup. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sebelum muncul gangguan kesehatan,” ujar Apriadi.
Ia menyebutkan, titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Aceh Utara. Berdasarkan arah angin, asap yang menyelimuti sejumlah wilayah diduga merupakan kiriman dari Sumatera Selatan dan Kalimantan.
Apriadi menegaskan, masyarakat perlu berperan aktif mencegah pencemaran udara, terutama dengan tidak membakar sampah maupun melakukan pembakaran terbuka lainnya.
“Pembakaran terbuka hanya menambah beban pencemaran udara. Dalam situasi seperti ini, masyarakat harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, bukan justru memperburuk kondisi lingkungan,” tegasnya.
Untuk mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), warga disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan saat asap pekat, menggunakan masker yang sesuai, serta menutup pintu dan jendela apabila asap masuk ke rumah. Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga dengan gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian khusus.
Jika mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan yang memburuk, masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis.
Apriadi juga mengingatkan masyarakat agar mengikuti perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG Blang Bintang, Aceh Besar, sebagai dasar mengambil langkah antisipasi sesuai kondisi terkini. (Id69)
Berita Terkait




























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda