Kabut Asap Ganggu Jarak Pandang di Pidie Jaya


MEUREUDU (Waspada.id): Kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra menyelimuti Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, selama dua hari terakhir.
Kondisi tersebut mengurangi jarak pandang pengguna jalan lintas Banda Aceh–Medan, khususnya di kawasan Meureudu, Ulim, dan Bandar Baru, serta meningkatkan risiko gangguan pernapasan bagi masyarakat.
Mengantisipasi dampak tersebut, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) Pidie Jaya membagikan masker kepada warga di depan Puskesmas Meureudu, Jumat (16/10). Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap dan potensi bahaya akibat menurunnya jarak pandang.

Kepala Dinas Kesehatan dan KB Pidie Jaya, Eddy Edwar, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh kepala puskesmas agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak kabut asap, terutama gangguan sistem pernapasan.
Anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita asma menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker jika harus beraktivitas di luar, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas atau kondisi kesehatan memburuk.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Pidie Jaya, Okta Handipa, mengimbau warga menutup pintu dan jendela rumah untuk mengurangi masuknya asap. Masyarakat juga diminta tidak membakar sampah maupun lahan karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas.

Selain ancaman kesehatan, kabut asap yang mengurangi jarak pandang berpotensi membahayakan pengendara. Warga yang melintasi kawasan terdampak diminta meningkatkan kehati-hatian dan menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan kondisi jalan.
Hingga berita ini ditulis, asal pasti kabut asap yang menyelimuti Pidie Jaya belum terkonfirmasi. Dugaan keterkaitannya dengan karhutla di sejumlah wilayah Sumatra masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.(Nas)
Berita Terkait






























Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda