Kabut Asap, Sekolah di P. Brandan Terapkan PJJ


P. BRANDAN (Waspada.id): Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) YPT TI Pangkalan Brandan telah melaksanakan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sesuai instruksi Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, menyusul kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
Kepala SMK YPT TI P. Brandan, Syafrizal, S.T., ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp, Selasa (20/10/2026), mengatakan pihaknya telah menjalankan instruksi tersebut sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Ia juga mengimbau seluruh siswa agar tetap serius dan disiplin mengikuti pembelajaran meskipun kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dari rumah.
“Para siswa diharapkan tetap mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh dan mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan. Kami juga mengimbau agar siswa tetap berada di rumah hingga batas waktu yang ditentukan,” ujarnya.

Syafrizal berharap para siswa dapat memanfaatkan pelaksanaan PJJ dengan baik sehingga proses pembelajaran tetap berjalan optimal, sekaligus menjaga kesehatan dan keselamatan di tengah kondisi kabut asap akibat karhutla.
Kebijakan PJJ tersebut berlaku mulai 16 hingga 21 Oktober 2026. Pelaksanaannya mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB atau sederajat.
Selama kebijakan berlangsung, para pendidik dan tenaga kependidikan juga menerapkan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH).
Selain itu, orang tua atau wali murid diimbau untuk mengawasi anak-anak agar tetap berada di rumah serta membatasi aktivitas di luar ruangan selama jam belajar. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah juga dihentikan sementara selama masa PJJ.

Sekolah Sepi Tanpa Aktivitas
Pantauan Waspada.id, sejumlah sekolah di wilayah Pangkalan Brandan dan sekitarnya juga telah melaksanakan kebijakan PJJ, di antaranya SMA Negeri Babalan dan SMA Dharma Patra P. Brandan.
Suasana sekolah tampak sepi tanpa aktivitas belajar mengajar secara tatap muka seperti biasanya. Selain itu, tidak terlihat pedagang makanan dan minuman yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan sekitar sekolah.
Kondisi tersebut mencerminkan pelaksanaan kebijakan belajar dari rumah sebagai upaya mengurangi aktivitas di luar ruangan di tengah dampak kabut asap akibat karhutla.
Kepala SMAN Babalan Sondang T Silaban, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, mengimbau para siswa yang melaksanakan PJJ agar tetap menjaga kesehatan dan mengikuti pembelajaran dari rumah dengan baik.
"Kami sampaikan kepada murid agar tetap menjaga kesehatan dengan mengurangi aktivitas di luar rumah, apabila terpaksa jangan lupa pakai masker, perbanyak minum air putih, minum vitamin, dan tetap semangat dan gembira dalam pelaksanaan pembelajaran di rumah," imbau Sondang T Silaban.
Terpisah, Kepala SMA Dharma Patra P. Brandan, Ferady Aziska, S.Pd., Gr., ketika dikonfirmasi, berharap bencana kabut asap tidak terulang lagi sehingga sekolah dapat menjalankan aktivitasnya seperti biasa.
Melalui penerapan PJJ, diharapkan kegiatan pendidikan tetap berjalan dengan baik tanpa mengabaikan kesehatan dan keselamatan para siswa di tengah kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara. (id27)
Berita Terkait



































Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda