Kadin Sumut Minta Kadin P. Sidimpuan, Tapsel, dan Paluta Perjuangkan Kepentingan Dunia Usaha


P. SIDIMPUAN (Waspada.id): Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) meminta Kadin Kota Padangsidimpuan, Tapanuli Selatan (Tapsel), dan Padanglawas Utara (Paluta) lebih agresif memperjuangkan kepentingan dunia usaha serta membuka peluang baru bagi pelaku usaha.
“Kadin harus hadir memberikan solusi bagi dunia usaha. Jangan hanya menjadi organisasi yang menjalankan kegiatan rutin, tetapi harus mampu memberikan manfaat dan membuka peluang bagi para pengusaha,” kata Ketua Umum Kadin Sumut, Firsal Mutyara, saat membuka Rapim Kadin di Aula Mega Permata Hotel, P. Sidimpuan, Kamis (3/9/2026).
Rapat Pimpinan (Rapim) Kadin 2026 yang mempertemukan jajaran Kadin Kota Padangsidimpuan, Kadin Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Kadin Kabupaten Padanglawas Utara dihadiri Wali Kota P. Sidimpuan Dr. H. Letnan Dalimunthe, M.Kes., dan Anggota DPRD P. Sidimpuan Purnadi, S.H.
Kemudian juga hadir BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padangsidimpuan Christian Natanael Sianturi, Pimpinan Bank Sumut dan Bank Sumut Syariah Padangsidimpuan, Ketua Kadin Tapsel Rahmat Saleh Harahap, Ketua Kadin Paluta Rahmad Hidayat Siregar, pimpinan OPD, serta pelaku dunia usaha, termasuk UMKM.
Ketua Umum Kadin Sumut menegaskan, Kadin harus mampu mengambil posisi strategis sebagai mitra pemerintah sekaligus representasi kepentingan dunia usaha karena peran Kadin sangat dibutuhkan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, tantangan dunia usaha saat ini tidak cukup dihadapi dengan kegiatan organisasi yang bersifat rutin, tetapi Kadin harus hadir memberikan solusi, memperluas akses usaha, sekaligus mendorong terciptanya iklim usaha yang sehat dan kompetitif.
Firsal menyebut, Padangsidimpuan, Tapsel, dan Paluta memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun, potensi tersebut membutuhkan sinergi lintas daerah agar mampu memberikan dampak lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi kawasan.
Sejumlah agenda yang dinilai perlu mendapat perhatian antara lain penguatan sektor usaha lokal, peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perluasan akses pasar dan pembiayaan, hingga penciptaan iklim usaha yang sehat.
“Dan yang tak kalah penting adalah bagaimana menciptakan iklim usaha yang sehat hingga kompetitif,” ucapnya sembari menekankan bahwa Rapim Kadin 2026 tidak berhenti pada konsolidasi organisasi.
Ia berharap, forum tersebut harus menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat diterjemahkan menjadi program nyata untuk memperkuat dunia usaha sekaligus meningkatkan kontribusi sektor swasta terhadap perekonomian Tabagsel.
Ketua Panitia Rapim, Ridwan Fariadi Harahap, mengatakan forum tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi dan komunikasi antarjajaran Kadin di tiga daerah.
Selain konsolidasi internal, Rapim juga diharapkan memperluas sinergi antara Kadin, pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

Ketua Umum Kadin Sumut Firsal Mutyara memberikan cendera mata kepada Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe pada pembukaan Rapim Kadin di Padangsidimpuan, Kamis (3/9/2026). Waspada.id/Mohot Lubis
UMKM Perlu Akses Lebih Luas
Ketua Kadin Kota Padangsidimpuan, Julpan Tambunan, menilai keberadaan Kadin harus mampu menjawab persoalan konkret yang dihadapi pelaku usaha.
Ia mengatakan, dunia usaha tidak dapat berkembang apabila berjalan sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, Kadin, perbankan, dan pelaku usaha menjadi penting, terutama dalam membuka akses pengembangan usaha dan memperkuat daya saing produk lokal.
“Penguatan UMKM perlu mendapat perhatian, khususnya dalam membuka akses pengembangan usaha dan meningkatkan daya saing produk lokal,” ungkapnya.
Julpan menilai, semakin kuat UMKM maka semakin besar pula peluang terciptanya lapangan kerja dan perputaran ekonomi di daerah. Karena itu, dukungan terhadap pelaku usaha tidak hanya berkaitan dengan modal, tetapi juga akses pasar, pendampingan, peningkatan kapasitas, dan jejaring bisnis.
Wali Kota Padangsidimpuan Dr. Letnan Dalimunthe mengapresiasi pelaksanaan Rapim yang mempertemukan Kadin dari tiga daerah di Kota Padangsidimpuan.
Menurutnya, dunia usaha memiliki posisi penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah, mulai dari menciptakan lapangan kerja hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun dan memperkuat perekonomian daerah. Kolaborasi dengan dunia usaha menjadi sangat penting,” ujar Letnan. (id46)












Discussion
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda